" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Aktifitas arrow Kongres Cendekia Muda Indonesia 2008
Kongres Cendekia Muda Indonesia 2008 Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007

Gagasan menggelar kongres cendekia muda tahun 2008 seiring idealisme untuk mewujudukan peran ICMI Muda mengisi ruang kosong ‘global’, yakni sebagai cikal-bakal pemeran global cendekiawan muslim sekaligus cikal-bakal globalisasi peran cendekia muda muslim. Cendekia muslim adalah satu, dari, oleh dan untuk umat, dan ICMI  Muda seharusnya menjadi penggagas pertemuan cendekiawan muslim muda internasional. Sebagaimana ungkap ketua presidium ICMI Muda saat Muktamar ke-1 di Makassar:

‘ICMI Muda seharusnya menjadi cikal-bakal pemeran global cendekiawan muslim, sekaligus cikal-bakal globalisasi peran cendekia muda muslim. Dalam konteks I = Internasional itu, Muktamar Ke-1 ICMI Muda semoga merupakan tapakan awal starategis untuk selanjutnya akan dikembangkan ke tahap pertemuan cendekiawan muda muslim se-Asia, dan kemudian semakin berkembang ke tahap pertemuan cendekiawan muda muslim pada skala internasional, menuju terbentuknya Ikatan Cendekiawan Muslim Internasional Muda yang akronim Indonesianya juga adalah ICMI Muda’

Gagasan menggelar Kongres Cendekia Muda tahun 2008 disepakati dan disahkan sebagai salah satu butir rekomendasi pada rapat pimpinan harian nasional (Raimhanas) ICMI Muda pada tanggal 27 – 28 Januari 2007 di Hotel Celebes Malino, Sulawesi Selatan, dihadiri segenap Pimpinan Harian Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat, serta Pimpinan Inti Majelis Pimpinan ICMI Muda Wilayah dan Ketua Tim Kerja Wilayah ICMI Muda se-Indonesia.

ICMI Muda memandang bahwa tahun 2008 merupakan momen resultantif strategis bagi cendekia muda Indonesia untuk bangkit memprakarsai kebangkitan baru Indonesia, kebangkitan dengan semangat zaman Abad 21. Tahun 2008 merupakan momen resultantif strategis, dimana Kebangkitan Nasional genap 100 tahun yang bertepatan dengan Sumpah Pemuda genap 80 tahun.

Kebangkitan Nasional 1908 menyemaikan cita-cita awal kemerdekaan Indonesia. Kongres Pemuda Indonesia 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda menyemaikan cita-cita satu nusa, satu bangsa, satu bahasa: Indonesia. Dengan semangat zaman Abad 20, yaitu semangat kepemudaan, cita-cita pemuda Indonesia awal Abad 20 tentang sebuah Indonesia yang merdeka dan bersatu nusa, satu bangsa, satu bahasa, telah terwujud pada pertengahan Abad 20 silam.

Semangat zaman Abad 21 berbeda dengan Abad 20. Abad 20 digerakkan oleh semangat kepemudaan, Abad 21 digerakkan oleh semangat kecendekia-mudaan.

Cendekia muda Indonesia pada awal Abad 21 kini seharusnya mampu memberi pemaknaan lebih dalam terhadap hasil karya kesejarahan pemuda Indonesia Abad 20, yaitu dengan mendorong kebangkitan baru Indonesia: kebangkitan Indonesia abad 21 dengan semangat kecendekia-mudaan.

Sebagai momen resultantif strategis kesejarahan masalalu, momen 2008 menjadi sangat penting untuk meresultansikan dua kekuatan utama sejarah Indonesia, yaitu: pemuda dan kebangkitan. Lebih luas dari itu, sebagai momen resultantif strategis kesejarahan masadepan, oleh ICMI Muda dipandang bahwa momen 2008 menjadi sangat penting untuk meresultansikan dua kekuatan dunia baru, yaitu: sejarah dan harapan. Sejarah itu berisi keindonesiaan yang disemangati oleh cita-cita kemerdekaan, kebangkitan, dan persatuan, oleh darah dan nyawa para syuhada bangsa, oleh ghirah dan gairah pemuda, dan segenap ikon kesejarahan yang melekatinya. Harapan itu berupa sebentuk “masadepan global bersama” yang diprakarsai oleh kemajuan dan eksplorasi tanpa jeda, teknologi dan kecerdasan tak kenal batas, dan cendekia muda berkesadaran lintas-batas. Dalam pandangan ICMI Muda, sejarah dan harapan lahir dari rahim zaman dimana seluruh ambisi positif beresonansi dan berinterferensi.

Menyadari pentingnya semangat kecendekia-mudaan bagi kebangkitan Indonesia abad 21, pentingnya kebangkitan Indonesia Abad 21 untuk meresultansikan dua kekuatan dunia baru (sejarah dan harapan), pentingnya peran cendekia muda Indonesia awal Abad 21 untuk memberi pemaknaan lebih dalam dan berkesinambungan terhadap hasil karya kesejarahan pemuda Indonesia Abad 20, serta menyadari besarnya tanggungjawab kesejarahan masadepan ICMI Muda bersama seluruh komponen kepemudaan dan kecendekia-mudaan bangsa bagi kebangkitan Indonesia abad 21, maka dengan ini Rapat Pimpinan Harian Nasional ICMI Muda merekomendasikan:

  1. ICMI Muda hendaknya memprakarsai Kongres Cendekia Muda Indonesia pada tahun 2008, dengan semangat kecendekia-mudaan Abad 21, sebagai kontinuum eksploratif dari semangat Kebangkitan Nasional 1908 dan Kongres Pemuda Indonesia 1928.
  2. ICMI Muda hendaknya mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk bersama-sama mempersiapkan dan menyelenggarakan Kongres Cendekia Muda Indonesia tahun 2008.
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >