" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Aktifitas arrow Bandara Kuala Namu Direkomendasikan ke Pusat Untuk Dipercepat Pembangunannya
Bandara Kuala Namu Direkomendasikan ke Pusat Untuk Dipercepat Pembangunannya Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007

Medan (SIB)
Bandara Kuala Namu salah satu yang akan direkomendasikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda kepada pemerintah pusat di Jakarta agar segera dipercepat realisasi pembangunannya. Karena pembangunan bandara itu bisa memacu berbagai sektor dalam kehidupan masyarakat Sumut.

Hal itu disampaikan Ketua Presidium pusat ICMI Muda Iqbal Parewangi dalam sambutan singkatnya pada malam ramah tamah dan jamuan makan bersama Gubernur Sumatera Utara Drs Rudolf Pardede di Gubernuran Jalan Sudirman Medan, Sabtu (28/4).
Iqbal Parewangi yang asal Makasar itu mengatakan, rekomendasi itu sedang disusun bersama sejumlah rekomendasi lainnya yang bersifat nasional sekaligus program kerja ICMI Muda untuk beberapa tahun ke depan dalam rapat kerja nasional I yang dilaksanakan di Asrama Haji Medan 27 hingga 29 April 2007.

Rekomendasi untuk Bandara baru di Kuala Namu itu katanya, dibuat karena ICMI Muda selaku oganisasi para cendekiawan muda di Indonesia melihat hal itu sesuatu yang penting untuk dipacu karena merupakan infrastruktur penting untuk mendukung roda perekonomian Sumut secara makro dan umumnya secara nasional. Apalagi mengingat Sumatera Utara merupakan pintu gerbang strategis di Indonesia.

Menurutnya, rakernas ICMI Muda I ini dilaksanakan di Medan karena beberapa pertimbangan antara lain, Medan sebagai pintu gerbang strategis di Indonesia untuk berhubungan langsung ke negara-negara ASEAN maupun Eropa.
Medan masih kota terbesar ketiga di Indonesia yang memiliki karakteristik yang cukup istimewa dan juga dianggap sebagai miniaturnya Indonesia yang lengkap baik budaya, agama dan keanekaragaman etnis.

Jamuan makan malam yang dilaksanakan Gubsu Rudolf Pardede itu dihadiri puluhan pengurus yang terdiri antara lain, Sekjen Presidium Pusat Benhard (DKI), Presidium Regional Sumatera Indra Sahrin, Ketua Wilayah ICMI Muda Propinsi Sumut Harmaini Hermawan, MAG, Staf Ketua Bahrul Chair Amal, Sekretaris Aptalana, Staf Sekretaris Indra Gunawan dan Ketua Panitia Rakernas Rahmad Setiabudi.

Sementara itu Gubsu Drs Rudolf Pardede dalam sambutannya mengatakan, rakernas ICMI Muda memiliki nilai khusus dan strategis bagi masyarakat Sumut sebab kader-kader mudanya dipercaya akan sangat berperan dan mampu berpartisipasi membantu keberhasilan pembangunan di Sumut.
Masyarakat Sumut kata Rudolf sangat heterogen ibarat satu kampung besar, berbagai agama dan etnis di nusantara ada di Sumut dan hidup membaur turun temurun bersama delapan etnis asli yang ada di daerah ini rukun dan damai.

Bagi Pempropsu lanjutnya, kerukunan dan harmonisasi itu modal sosial dasar yang harus dipertahankan. Sebab dalam tataran kondusif itulah seluruh program pembangunan dan pembinaan masyarakat dapat didayagunakan secara optimal, termasuk mengolah SDA maupun SDM yang sangat besar potensinya di Sumut.

Dalam acara ramah tamah dan jamuan makan yang diselingi hiburan itu Gubsu mangulosi Iqbal Parewangi serta memberikan plakat Pempropsu sebagai kenang-kenangan. Sebaliknya Iqbal menyerahkan souvenir dari keluarga besar ICMI Muda kepada Rudolf Pardede sebagai kenang-kenangan. (B3/j)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >