" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Aktifitas arrow ICMI Muda Diharapkan Bantu Pengentasan Kemiskinan
ICMI Muda Diharapkan Bantu Pengentasan Kemiskinan Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007

MAKASSAR -Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf meminta kepada Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda untuk terlibat dalam membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia. Sejak krisis moneter 1997 hingga saat ini, menurut Syaifullah, angka kemiskinan terus bertambah. Yang menyedihan, mereka yang tergolong miskin tersebut mayoritas adalah umat Islam.

Hal tersebut disampaikan Syaifullah saat membukan Rapat Pimpinan Harian Nasional (Rapimhanas) ICMI Muda di Makassar, Jumat (26/1). Acara ini juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan DPR RI Slamet Effendi Yusuf yang juga Ketua Dewan Penasehat ICMI Muda Pusat. Kehadiran ICMI Muda yang merupakan kader-kader cendekiawan muslim diharapkan bisa mengatasi persoalan serius tersebut.

Syaifullah mengatakan, sejak 1996 hingga saat ini tren jumlah penduduk miskin terus naik. Sesuai data BPS, saat ini jumlah penduduk miskin mencapai 17,75 persen dari total penduduk Indonesia, atau setara dengan 40 juta jiwa. Berdasarkan data tahun 2005, hampir sekitar dua juta anak usia sekolah dasar atau ibtidaiyah, tidak memiliki kemampuan finansial untuk melanjutkan sekolah ke jenjang setingkat lebih tinggi.

Saifullah kemudian menceritakan betapa dulunya negara Amerika Serikat mengalami ketimpangan dalam kemajuan. Amerika bagian timur jauh lebih maju dari Amerika bagian barat. ''Kemudian muncul gerakan young go west, pemuda-pemuda berpotensi dikirim ke wilayah barat untuk memajukan wilayah itu,'' ucap Syaifullah.

Langkah yang sama juga ditempuh Iran pada masa-masa awal setelah revolusi. Pemerintah Iran melalui kementerian 'Jihad Rekonstruksi' mengirim para pemuda berpotensi untuk membangun desa-desa. ''Belakangan, kementerian ini dilebur menjadi kementrian Jihad Rekonstruksi dan pertanian,'' kata Syaifullah.

Dalam kesempatan tersebut, Syaifullah mengatakan sangat bersyukur dengan keberhasilan aktivis yang tergabung dalam ICMI Muda yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat ini, menurutnya, ada sekitar dua juta orang yang hanya bisa menamatkan sekolah hingga tingka SD maupun madrasah tsanawiyah. ''Dua juta orang lebih itu tidak bisa lagi melanjutkan sekolah. Penyebabnya karena faktor struktural dan kultural, selain juga efek dari kebijakan masa lalu. Ini menjadi masalah yang perlu kita perhatikan bersama,'' ujarnya.

Masih tingginya angka kemiskinan dan masalah pendidikan, menjadi salah satu perhatian ICMI Muda. Ketua Presidium ICMI Muda, AM Iqbal Parewangi mengatakan, 198 juta dari 220 juta jiwa atau sekitar 90 persen bangsa Indonesia adalah umat Islam. Mereka yang masuk dalam angka 90 persen tersebut menurutnya, banyak berkubang pada kemiskinan, kebodohan, ketrepinggiran, dan keterasingan. (Sabtu, 27 Januari 2007, Repubika-online)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >