" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Aktifitas arrow Bincang Telaah Bulanan ICMI Muda : Implementasi Ukhuwah
Bincang Telaah Bulanan ICMI Muda : Implementasi Ukhuwah Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007

Bincang Telaah Bulanan ICMI Muda, dengan tema “Implementasi Ukhuwah”, Minggu (5/11/2006) sore, di Sekretariat Nasional ICMI Muda, jalan Ratulangi No 140 Makassar. Hadir sebagai inspirator dan moderator pemikiran Mansyur Semma. Bincang Telaah edisi kedua ini dihadiri aktivis ICMI Muda pusat, wilayah Sulawesi Selatan, dan beberapa daerah seperti Makassar, Takalar dan Bone. Hadir juga beberapa akademisi dari berbagai kampus, serta aktivis dari berbagai ormas seperti HTI, Muhammadiyah, dan NU.

“Yang harus bersaudara bukan hanya muslimnya, tetapi mukminnya. Ada empat tingkatan, yaitu muslim, mukhlisin, mukmin, muttaqin. Muslim yang terendah, yang tertinggi muttaqin. Yang mudah terpecah-belah pada tingkatan muslim, tetapi kalau sudah semakin ke atas tidak lagi,” kata Mansyur Semma.

“Berbeda tidak harus berpecah. Misalnya umat yang ada di berbagai ormas. Ladang umat terlalu luas untuk digarap oleh hanya satu ormas. Ladang luas itu seperti halnya sawah atau kebun. Di kebun itu harus ditanami aneka warna dan jenis. Kalau kebun hanya menanam satu jenis atau satu warna saja, monoton. Tetapi kalau hamparan yang luas itu berwarna-warni akan menciptakan keindahan tersendiri. Setiap kita punya lahan sendiri-sendiri dan tersendiri. Nah, apakah ICMI dengan ICMI Muda berpecah? Tidak! Apa yang belum digarap oleh ICMI akan digarap oleh ICMI Muda. Tetapi harus wa’tazimu bihablillahi jami’a. ICMI Muda punya petak sendiri, lahan sendiri.” tambah Mansyur Semma yang juga pakar komunikasi Unhas.

Lebih jauh ungkap mansyur, ICMI sejauh ini adalah organisasi pengurus. ICMI tidak punya pola kaderisasi yang sistematis. Oleh karena itu mudah-mudahan ICMI Muda bisa mengemban dan mengembangkan itu. Misalnya, ICMI Muda harus mengupayakan peningkatan rasa percaya diri sarjana-sarjana baru kita. Buatkan lembaga pendidikan dan pelatihan, buat database sarjana-sarjana baru, dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga ketenagakerjaan internasional. ICMI Muda perlu punya lembaga untuk pengembangan SDM terdidik dan terlatih, sekaligus punya rasa percaya diri, ujarnya.

Menangapi masih banyaknya pandangan negatif keberadaan ICMI Muda, Mansyur Semma mengatakan langkah yang ditempuh ICMI Muda sudah tepat. Ketika ada orang yang mencaci-maki, ICMI Muda jangan pasang badan. Lebih baik diam, atau jalan lain hijrah. Cari orang-orang yang sevisi. Kepada yang tidak sevisi jelaskan dengan pendekatan ukhuwah. Selanjutnya berbuat, ujarnya memberi semangat.

 Dalam sessi diskusi, anggota Dewan pakar, Nasrun Hamzah angkat bicara. Menurutnya, silaturahmi adalah bagaimana memahami perbedaan, menghargai pluralisme, sehingga perbedaan menjadi rahmat. Perbedaan adalah sebuah silaturahmi. Salah satu akibat dari lemahnya ukhuwah islamiah di Sulsel, misalnya, adalah anggota DPD lalu yang muslim hanya dua orang, ujarnya.

Allah SWT  telah membuat suatu ketetapan, bahwa diantara orang-orang yang beriman terikat dengan satu tali persaudaraan, ukhuwah Islamiyah, yang ditegakkan di atas dasar iman, yaitu atas dasar kalimah tauhid : ”Laailaha Illalloh” Suatu tali persaudaraan yang amat kokoh, tidak akan pernah putus dan tidak boleh diputuskan selama di dalan diri seseorang tertanam prinsip iman yang benar. Iman menolak segala bentuk permusuhan, keculai terhadap kekufuran dan kemunafikan. (Bahrul ulum)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >