" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Rubrik arrow ICMI Muda News arrow ICMI Muda, Menjawab Tantangan Zaman
ICMI Muda, Menjawab Tantangan Zaman Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007

Wawancara: Drs HM Taufik Fachrudin MM,

Koordinator Tikwil Sulsel 

Makassar, Ujungpandang Ekspress, KEBERADAAN Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang kini telah memasuki usia 15 tahun, tidak bisa dipungkiri telah menjadi bagian dari proses peralihan situasi baik sosial, ekonomi maupun politik yang demikian 'kental' di tanah air. Dalam proses itulah ICMI diuji kemampuannya guna menjawab tantangan zaman.

Saya amat terkesan dengan pernyataan Ketua Umum ICMI Pusat, Dr Marwah Ibrahim yang mengatakan jika dalam 15 tahun ini ICMI banyak berperan di tingkat nasional, maka dalam 25 tahun ke depan ICMI dituntut lebih aktif dalam penguatan masyarakat madani di tingkat daerah dan dunia. Salah satu dari sejumlah pemikiran mewujudkan ICMI Muda, adalah terwujudnya harapan Indonesia yang baru yang penuh harapan, bukan hanya keluar dari krisis tapi bisa memajukan dan meningkatkan SDM di seluruh pelosok nusantara, terutama pemuda.

Boleh kita tengok, apa yang telah dicetuskan ICMI melalui Muktamar di Makassar, dengan Tiga agenda besar bangsa sesuai 15 butir rekomendasi dimulai dengan pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan dan SDM, jaringan informasi, dan kerja sama antar wilayah dan lembaga. Penggarapan agenda itu, menurut hemat saya bisa membantu masyarakat dan bangsa mengatasi persoalan dan mendorong Indonesia menjad bangsa yang bermartabat.

Di era otonomi daerah Gagasan ICMI Muda ini, mestinya disikapi dengan lebih rasional. Energi dan keterwakilan kalangan muda dalam tubuh ICMI, yang kemudian menjelma dalam ICMI Muda, adalah bagian dari proses menyikapi situasi dan kondisi obyektif kawasan, di era otonomi daerah ini. Semua elemen dari kepemudaan yang ada di masyarakat baik dari segi kepakaran maupun aliran pemikiran, akan menyatu dalam ICMI Muda, sehingga tidak perlu terjadi dikotomi antara ICMI dan ICMI Muda, dari nama pada hakikatnya Satu. Keterwakilan unsur sudah dipikirkan oleh Tim Kerja Wilayah (Tikwil) Sulsel, untuk menarik simpatik dan menampung semua elemen pemuda Islam, juga dengan bidang profesinya.

Kepercayaan yang diberikan pada saya, sebagai Koordinator Tikwil Sulsel, adalah amanah yang akan saya jalankan guna mempersiapkan kesempurnaan ICMI juga ICMI Muda yang 21-23 Juni mendatang segera memulai Muktamar pertamanya di Makassar. Saya pikir tidak ada salahnya masyarakat memberikan restu bagi lahirnya ICMI Muda, sebab generasi muda pada saatnya nanti harus mengemban amanah yang lebih besar, demi masa depan bangsa, negara, tanpa harus terbelah dalam penggalan ideologi politik yang tidak memajukan. (zulkarnain hamson)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >