" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Rubrik arrow ICMI Muda News arrow ICMI Muda Nekad Gelar Muktamar
ICMI Muda Nekad Gelar Muktamar Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007

Makassar – Surya, Tekad Tim Kerja Nasional (Tiknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Muda menggelar Muktamar I di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terwujud. Mereka menggelar muktamar di Hotel Sahid Jaya Makassar, Minggu (23/7)- Selasa (25/7).

Acara itu terselenggara dalam bayang-bayang boikot. Ketua Presidium Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI Marwah Daud Ibrahim beberapa waktu lalu menginstruksikan seluruh jajaran ICMI tidak mengikuti undangan atau kegiatan ICMI Muda di Makassar. Instruksi ini tertuang dalam Surat Edaran MPP ICMI Nomor 188/ICMI/06/2006.

Dalam surat yang ditandatangani Marwah dan Sekretaris Jenderal MPP ICMI Agus Salim Dasuki tersebut juga ditegaskan bahwa ICMI Muda tidak berhak menggunakan nama ICMI.

Ancaman boikot datang pula dari ICMI Orwil Sulsel. Melalui Surat Nomor 39-A/ICMI.22/SEK-KW/06/2006, Ketua Majelis Pengurus Wilayah ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Sulsel Natsir Nessa mengultimatum seluruh deklarator ICMI Muda dan pendukungnya: membubarkan ICMI Muda, atau mundur dari struktur pengurus ICMI.

Catatan Surya, sebagian deklarator ICMI Muda memang tercatat sebagai pengurus harian ICMI Orwil Sulsel. Misalnya Iqbal Pareangi dan Ahyar Anwar.

“Kami akui penyelenggaraan muktamar pertama ICMI Muda ini tak mendapat rekomendasi dari orang tuanya --ICMI-- tapi itu bukan menjadi penghalang terselenggaranya hajatan bersejarah ini. Sebab, sejarah tidak bisa dihentikan hanya karena tak ada selembar rekomendasi," tegas Iqbal.

Kemarin, sekitar 700 peserta penuh dan peninjau, ramai-ramai hadir dari seluruh Indonesia. Para peserta dari Medan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua, tumpah ruah di arena muktamar.

Sejumlah tokoh --mewakili pejabat Muspida Sulsel-- hadir memberikan apresiasi. Antara lain, Asisten II Pemprov Sulsel Baso Amiruddin Maula yang juga mantan Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulsel, dan Wakil Wali Kota Makassar Herry Iskandar. TT

Rabu, 26 Juli 2006/Republika

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >