" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Rubrik arrow ICMI Muda News arrow ICMI Muda Dukung Penerapan Perda Syariat Islam
ICMI Muda Dukung Penerapan Perda Syariat Islam Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007

Laporan: Andi Nur Aminah

Selasa, 25 Juli 2006  20:50:00

Makassar-RoL-- Muktamar I ICMI Muda yang berakhir Selasa (25/7) akhirnya memutuskan secara bulat AM Iqbal Parewangi sebagai ketua Presidium ICMI Muda periode 2006-2011. Direktur Gama College Makassar serta Ketua DPW Kagama Sulsel ini didampingi enam presidium lainnya yang merupakan wakil-wakil regional yang disepakati peserta muktamar.

Enam presidium tersebut adalah Indra Syahrin yang dipercaya sebagai perwakilan Sumatera, Ahmad Zakiyuddin mewakili wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Syafruddin mewakili Kalimantan, Taufik Fachruddin mewakili Sulawesi dan Arqam Azikin memwakili Wilayah Maluku dan Papua.

Sementara Ahyar Anwar adalah wakil dari Tim Kerja Nasional. Pemilihan ketua Presidium sendiri dilakukan secara aklamasi oleh seluruh peserta Muktamar dan para presidium dalam waktu yang sangat singkat. Satu-satunya delegasi yang abstain saat pemilihan presidium regional adalah Sulawesi Tenggara.

Selain telah merampungkan AD/ART serta memilih ketua presidium, Muktamar ICMI Muda telah menetapkan Rakernas ICMI Muda I akan dilakukan di kota Medan yang direncanakan pada akhir tahun 2006. Selain itu, peserta muktamar yang berjumlah sekitar 450 orang itu juga telah menentukan DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar II ICMI Muda.

Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam Muktamar pertama ini adalah selain tetap menggunakan kata ICMI sebagai nama organisasi, juga berkomitmen melakukan konsolidasi guna terbentuknya perwakilan ICMI Muda di seluruh Indonesia.

Kendati Tanpa Restu, ICMI Muda Jalan Terus

Penulis: Lina Herlina

MAKASSAR--MIOL: Kendati tanpa rekomendasi dari Pengurus Pusat Ikatan cedekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan ancaman pemecatan bagi deklarator ICMI Muda. Muktamar I ICMI Muda, di Hotel sahid Makassar, 23-25 Juli tetap diselenggarakan

Muktamar I ICMI Muda bertema Keislaman, Keindonesiaan, Kecendekiawanan, Kemudaan.Pembukaan Muktamar ICMI Muda yang sedianya dibuka presiden dan wakil presiden juga tidak terlaksana bahkan orasi ilmiah oleh Prof Dr Ing BJ Habibie juga batal. Namun menurut Ketua Umum Tim Kerja Nasional (TiKNas) ICMI Muda, AM Iqbal Parewangi dalam sambutan pembukaan Muktamar I ICMI Muda, ketidakhadiran orang-orang penting tersebut bukan karena tidak merestui ICMI Muda tapi karena kesibukan mereka mengurus bangsa yang terkena musibah. Habibie sendiri sedang berrada di luar negeri. Namun menurut Iqbal, Habibie tetap memberi respon merestui adanya ICMI Muda yang disampaikan lewat Habibie Centre.

Berdirinya ICMI Muda yang masih pro dan kontra, serta adanya surat edaran dari pengurus ICMI pusat tentang perlu tidak adanya wadah baru dan meminta nama ICMI untuk tidak dipakai dulu dalam muktamar ini menyebabkan para pemateri, Menteri Perhubungan, Hatta Radjasa, Menteri Pemuda dan Olahraga, Adiyaksa Daud, Abas Urbaningrum, Saifullah Yusuf dan Razak Thaha dalam seminar nasional ICMI Muda dalam Mukatamar tersebut tidak ada yang hadir.

Ditemui usai pembukaan Muktamar, Iqbal menegaskan, "Kendati Muktamar ini tidak dibuka dan tidak mendapat rekomendasi oleh orang-orang yang kita harapkan, namun Muktamar ini dibuka dengan Rahmat Ilahi oleh 10 perwakilan dan dihadiri oleh semua tim dari Sabang sampai Merauke.

 

"Sejarah tidak butuh rekomendasi", ungkap Iqbal. Jadi kendati tidak ada rekomendasi ICMI Muda tetap jalan. Dan untuk masalah penggunaan nama atau embel-embel ICMI itu akan ditentukan nanti dalam pleno.

"Jika kemudian presidium ICMI menolak, ini hanyalah kekhilafan sejarah. Karena bagaimanapu, ICMI tidak boleh mengaborsi kreatifitas anaknya", tandas Iqbal.

Di balik berlangsungnya Muktamar I ICMI Muda, ICMI Sulsel melakukan tindakan keras melalui surat No: 39-A/ICMI.22/SEK-KW/06/2006 yang meminta semua pengurus ICMI yang terlibat dalam ICMI Muda membubarkan ICMI Muda atau mundur dari kepengurusan ICMI Orwil Sulsel.

Iqbal menanggapi surat itu terlalu berlebihan dan memilih tetap berjuang bersama deklator ICMI Muda lainnya, disetujui atau tidak oleh ICMI, Muktamar I ICMI Muda tetap terlaksana dan dibuktikan Minggu (23/7), Muktamar I ICMI Muda dielenggarkan di Hotel Sahid Makassar.

Muktamar ini akan diisi beberapa pleno yang membahas pengesahan jadwal acara, tata tertib muktamar, pemilihan presidium muktamar, Sidang-sidang komisi yang membahas AD/ART ICMI Muda, GAris besar kerja ICMI Muda, pemilihan pengurus. (LN/OL-02).

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >