" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Rubrik arrow ICMI Muda News arrow Tak Dapat Restu, Muktamar I ICMI Muda Tetap Digelar
Tak Dapat Restu, Muktamar I ICMI Muda Tetap Digelar Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007
Sabtu, 22 Juli 2006 14:33:00
Detikcom (Makassar) Meski terkesan tak mendapat restu dari presidium ICMI, Muktamar I ICMI Muda tetap bakal digelar di Hotel Sahid, Makassar pada 23-25 Juli 2006.

ICMI Muda dimotori oleh sebagian besar cendekiawan muda asal Makassar. Hadirnya ICMI Muda didasari pada keinginan untuk menggerakkan kaderisasi berkesinambungan bagi ICMI.

"ICMI Muda bukan pecahan dari ICMI dan tidak untuk memecah ICMI. Kami senantiasa mendasarkan gerak perjuangan pada prinsip-prinsip dasar ICMI," jelas Iqbal Parewangi, Tim Kerja Nasional Muktamar ke 1 ICMI Muda di Mall Panakkukang, Makassar.

Nama ICMI Muda mulai muncul ke permukaan saat Muktamar ICMI digelar Desember 2005 lalu. Para cendekiawan muda ini mengklaim mendapat dukungan langsung dari mantan Ketua ICMI BJ Habibie.

Hingga kini, Iqbal mengklaim ICMI MUda telah dideklarasikan di 23 provinsi, 138 kota/kabupaten dan 14 perguruan tinggi.

Tak Direstui

Muktamar I ICMI Muda sebelumnya tidak mendapat restu dari sejumlah pihak. Marwah Daud, Ketua Presidium ICMI, ditengarai tidak suka dengan kehadiran organisasi ini.

"Memang ada kesan ketua presidium ICMI tidak setuju dengan kehadiran muktamar ini. Saya berkali-kali mengontak beliau, dan tidak pernah diangkat," tutur Iqbal.

Namun, sejumlah presidium ICMI yang lain sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir.

"Yang jelas, Hatta Radjasa (salah satu presidium ICMI) saat kami datangi menyatakan bersedia hadir. Demikian pula dengan Prof Nanat," ungkap Iqbal.

Kehadiran ICMI Muda yang tanpa restu, berimbas pada kurangnya sponsor pada pelaksanaan Muktamar I ini.

"Kanal-kanal dana dan sponsor kami dipotong. Beberapa sponsor yang logonya sudah dipasang di spanduk malah banyak yang meminta untuk dicabut kembali," ucap Iqbal.

Padahal, menurut Iqbal, sponsor-sponsor ini adalah sponsor yang biasa aktif mendukung ICMI.

Saat muktamar ICMI digelar di Makassar, sponsor ini turut mendukung dengan kucuran dana yang tidak sedikit.

"Kami tidak mencurigai siapapun. Tapi, meski kami dihadang, muktamar ini akan tetap kami gelar," tekad Iqbal.

Bukan hanya sponsor, sejumlah pembicara yang awalnya bersedia hadir dalam seminar yang digelar ICMI Muda pun membatalkan niatnya.

"Beberapa membatalkan. Tapi kami tak akan terusik dengan itu," tegas Arqam Azikin, salah seorang anggota ICMI Muda.
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >