" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Tentang ICMI Muda arrow Permohonan Rekomendasi Muktamar Ke-1 ICMI Muda
Permohonan Rekomendasi Muktamar Ke-1 ICMI Muda Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Kamis, 28 Juni 2007

 


Tim Kerja Nasional (TiKNas)

Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia Muda

ICMI Muda

 

 

Makassar, 15 Juli 2006

Nomor     : 068 /TiKNas/ICMI Muda/VII/2006

Lampiran : -

Perihal     : Permohonan Rekomendasi Muktamar Ke-1 ICMI Muda

                         

Kepada Yang Terhormat,

Bapak/Ibu Presidium

Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI)

Di –

       J a k a r t a

 

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

 

Dengan hormat, bersama ini kami sampaikan bahwa kesadaran tentang ICMI Muda merupakan kesadaran yang tulus dan bertumpu pada gagasan strategis positif yang kelahirannya tak terpisahkan dari dinamika besar ICMI, dengan berangkat dari kegelisahan positif, kreatif dan visioner cendekiawan muda muslim untuk turut membantu mengemban serta mengembangkan peran dan tanggung jawab besar ICMI terhadap bangsa, negara dan umat.

Berawal dari pertemuan penuh suasana kekeluargaan—layaknya pertemuan anak dan bapak—antara Deklarator Nasional ICMI Muda dengan Pendiri sekaligus Ketua Umum pertama ICMI, Bapak Prof. Dr.-Ing. BJ. Habibie, dan Ketua Umum ICMI saat itu, Bapak Dr. Ir. Muslimin Nasution, pada tanggal 5 Desember 2005 di Hotel Sahid Jaya Makassar saat pelaksanaan Muktamar IV ICMI. Bapak Prof. Dr.-Ing. BJ. Habibie dan Bapak Dr. Ir. Muslimin Nasution menyambut sangat positif gagasan pembentukan ICMI Muda begitupun dengan pelaksanaan Muktamar ke-1 ICMI Muda. Bapak Prof. Dr.-Ing. BJ. Habibie menyatakan agar muktamar pertama ICMI Muda dilaksanakan di Makassar dalam rentang waktu tidak lebih dari setahun sejak pertemuan tersebut, dan Bapak Dr. Ir. Muslimin Nasution menuliskan 4 (empat) alternatif nama, yaitu: (1) Forum Cendekiawan Muda ICMI, (2) Forum Kader ICMI, (3) Forum ICMI Muda, dan (4) Forum Pemikir, Pembaharu, dan Pejuang ICMI.

Selanjutnya, pada Tudang Sipulung Pra-Muktamar Ke-1 ICMI Muda pada tanggal 13 Mei 2006 di Makassar yang dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Bapak H.M.Aksa Mahmud dan dihadiri Ketua Presidium ICMI, Ibu Dr. Marwah Daud Ibrahim yang kami panuti, di hadapan delegasi ICMI Muda dari 9 (sembilan) propinsi se-Kawasan Timur Indonesia, kami mendapatkan motivasi langsung Ketua Presidium ICMI dengan pernyataannya yang menggugah dan menyejukkan, “Kalian dengan ICMI atau tanpa ICMI, saya tetap bersama kalian”. Alhamdulillah, setelah memiliki bapak sebagai panutan, kami pun memiliki sosok ibu yang meneduhkan.

Ruang kekeluargaan yang telah kami rasakan tersebut semakin kuat menyemangati kami dengan berkenannya Bapak Ir. M. Hatta Rajasa dan Bapak Prof. Dr. Nanat Fatah Nasir selaku Presidium ICMI, Bapak Dr. Ahmad Watik Pratiknya selaku Direktur Eksekutif The Habibie Centre, dan Bapak Ir. Shalahuddin Wahid, menerima Tim Kerja Nasional ICMI Muda untuk bersilaturahmi.

Pada silaturahmi tanggal 22 Juni 2006 di Jakarta, Bapak Ir. M. Hatta Rajasa menyatakan dapat memahami dan menyambut positif gagasan pembentukan ICMI Muda. Kembali kami merasakan sambutan hangat dari nurani seorang bapak melalui kalimat-kalimat motivasional beliau bahwa “ICMI Muda harus menjadi sumber kader-kader bagi kesinambungan kepemimpinan ICMI ke depan,” dan bahwa “Yang perlu dijaga adalah keputusan-keputusan muktamar ICMI Muda tidak bertentangan dengan apa yang menjadi keputusan muktamar ICMI. Ini di dalam AD-ART ICMI Muda harus bunyi.” Bapak Ir. M. Hatta Rajasa juga menyarankan kami untuk bersilaturahmi dengan segenap Presidium ICMI dan tokoh-tokoh ICMI.

Pada tanggal 14 Juli 2006 di Bandung, Bapak Prof. Dr. Nanat Fatah Nasir berkenan menerima kami dari TiKNas ICMI Muda dan berdialog dalam suasana kekeluargaan yang kental. Beliau dengan arif dan sabar menyimak pemaparan tentang nawaitu dan tekad ICMI Muda untuk menjaga martabat dan keutuhan ICMI, menjaga persatuan dan kesatuan umat, serta menghindari kemungkinan munculnya image seakan ICMI pecah. Sejak semula kami meyakini prinsip bahwa “ICMI Muda bukan pecahan dari ICMI dan tidak untuk memecah ICMI”. Kami sangat sadar, bahwa jika image perpecahan kemudian benar-benar muncul maka akan sangat merugikan ICMI khususnya dan umat pada umumnya. Pada silaturahmi tanggal 11 Juli 2006 di kantor The Habibie Centre Jakarta, Bapak Dr. Ahmad Watik Pratiknya, Direktur Eksekutif The Habibie Centre, merespon ICMI Muda sebagai lembaga kaderisasi ICMI. Demikian pula dukungan positif dari Bapak Ir. Shalahuddin Wahid yang menyatakan bahwa pada tahun 2001 sudah berlangsung diskusi diantara beberapa tokoh ICMI tentang perlunya lembaga kaderisasi bagi ICMI. Begitupun dukungan Bapak Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie melalui mailing list tertanggal 6 Juli 2006 yang mengharapkan kehadiran ICMI Muda tidak hanya dipandang secara formal legalistik, tetapi juga secara substantif.

Dukungan dan support yang tiada henti dari ribuan sahabat-sahabat cendekiawan muda muslim yang terus-menerus mengalir dari seluruh Indonesia —sampai saat ini ICMI Muda telah dideklarasikan secara bottom-up di 23 propinsi, 138 kota/kabupaten, dan 14 perguruan tinggi—, semakin meneguhkan keyakinan kami untuk melangsungkan Muktamar Ke-1 ICMI Muda. Antusiasme sahabat-sahabat untuk turut serta mendukung visi dan misi ICMI, dan keteduhan jiwa para orang tua di dewan presidium dan tokoh-tokoh ICMI yang menjadi panutan kami, menjadi anugerah besar bagi nawaitu ikhlas kami untuk turut memberikan sumbangsih riil bagi bangsa, negara, dan umat melalui ICMI. 

Berdasarkan semua hal di atas dan hasil pembahasan pada rapat Tim Kerja Nasional ICMI Muda pada tanggal 15 Juli 2006, maka dengan penuh santun dan hormat dengan ini kami memohon kepada Presidium ICMI yang  kami panuti untuk kiranya (1) berkenan memberikan restu dan dukungan atas eksistensi ICMI Muda sebagai bagian dari upaya kader-kader ICMI yang secara kreatif dan dinamis membentuk wadah demi kejayaan ICMI dan umat, dan (2) berkenan memberikan restu dan merekomendasikan penyelenggaraan Muktamar ke-1 ICMI Muda, Insya Allah pada tanggal 23 - 25 Juli 2006 di Makassar.

Atas adanya restu, dukungan dan rekomendasi Presidium ICMI, perkenankan kami menegaskan kembali hal-hal mendasar yang merupakan komitmen ICMI Muda sejak awal, sebagai berikut :

1.  ICMI Muda senantiasa mendasarkan gerak perjuangannya pada prinsip-prinsip ideologis ICMI, dan hal tersebut akan termaktup dalam AD/ART ICMI Muda yang disusun dengan merujuk pada AD/ART ICMI,

2.          Merujuk pada sifat organisasi ICMI, yaitu keislaman, keindonesiaan, dan kecendekiawanan, identitas gerak perjuangan ICMI Muda berlandaskan empat prinsip dasar, yaitu keislaman, keindonesiaan, kecendekiawanan, dan kemudaan,

3.     ICMI Muda akan mengemban peran strategis dan memberikan sumbangsih nyata dalam menopang dan menggerakkan kaderisasi berkesinambungan bagi ICMI untuk kemaslahatan umat,

4.      ICMI Muda akan senantiasa mengemban amanah yang diberikan oleh ICMI dan akan senantiasa memosisikan diri sebagai kekuatan pendukung utama pelaksanaan konsep dan program ICMI untuk kemaslahatan umat,

5.            ICMI Muda bukan pecahan dari ICMI dan tidak untuk memecah ICMI.

 

Demikian permohonan dan penyampaian kami, atas perhatian dan perkenannya kami haturkan banyak terima kasih.

 

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

                                                                          

Tim Kerja Nasional (TiKNas)

ICMI Muda

 

Ketua Umum

 

 

AM. IQBAL PAREWANGI, S.Si

081543166126, (0411)5761581

Sekretaris Umum

 

 

ABDUL RAUF SUDDIN, SH

081342400166

 

Tembusan :

- Bapak Prof. Dr.-Ing. BJ Habibie

- Bapak H.M.Aksa Mahmud, Wakil Ketua MPR RI

- Bapak Adhyaksa Dault,SH,MH, Menteri Pemuda dan Olahraga RI

- Bapak Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie

- Bapak Prof. Dr. Ir. Ahmad Amiruddin

- Bapak Dr. Ahmad Watik Pratiknya, Direktur Eksekutif The Habibie Centre

- Bapak Ir. Shalahuddin Wahid

- Sahabat Tim Kerja Wilayah (TiKWil) ICMI Muda, Tim Kerja Daerah (TiKDa) ICMI Muda, Tim Kerja Khusus (TiKSus) ICMI Muda, dan Tim Kerja Luar Negeri (TiKLu) ICMI Muda.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >