" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Pernyataan Pers arrow Release Mekanisme Pembentukan Majelis Pimpinan ICMI Muda
Release Mekanisme Pembentukan Majelis Pimpinan ICMI Muda Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Rabu, 27 Juni 2007

Press Release

 

Pembentukan “Untuk Pertama Kalinya”

Majelis Pimpinan ICMI Muda

Wilayah, Daerah, Kampus, dan Luar Negeri

 

ICMI Muda bertujuan menghimpun dan menggerakkan potensi cendekiawan muslim muda dalam mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang damai, adil dan sejahtera lahir batin, yang diridhai Allah subhanahu wataala, dengan meningkatkan mutu keimanan dan  ketaqwaan, pemahaman, dan pengamalan ajaran Islam, kecendekiaan dan peran serta cendekiawan muslim muda se-Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, perlu dibentuk Majelis Pimpinan ICMI Muda Wilayah (propinsi), Majelis Pimpinan ICMI Muda Daerah (kabupaten/kota), Majelis Pimpinan ICMI Muda Khusus (kampus dan perguruan tinggi), Majelis Pimpinan ICMI Muda Luar Negeri, dengan berpatokan pada AD-ART ICMI Muda serta amanat dan ketetapan-ketetapan Muktamar Ke-1 ICMI Muda lainnya.

Pasca Muktamar Ke-1 ICMI Muda, 23-25 Juli 2006 lalu, muncul semacam eforia keinginan yang hampir merata di seluruh penjuru tanah air untuk segera membentuk kepengurusan ICMI Muda di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Termasuk di beberapa kampus dan perguruan tinggi. Sementara di luar negeri, seperti Iran dan Jepang yang mendeklarasikan ICMI Muda beberapa hari setelah penyelenggaraan Muktamar Ke-1 ICMI Muda, respon hampir serupa juga muncul.

Bersamaan dengan itu, muncul fenomena lain di beberapa provinsi dan kabupaten/kota yang sebelumnya sudah mendeklarasikan ICMI Muda, yaitu adanya permintaan bahkan desakan kepada deklarator ICMI Muda setempat untuk mengalihkan kewenangan pembentukan kepengurusan ICMI Muda setempat kepada kelompok atau pihak tertentu.

Eforia itu indah, perlu disikapi positif. Begitu pun fenomena lain tersebut yang pada hakekatnya menunjukkan bahwa kehadiran ICMI Muda semakin berterima secara luas. Selain karena nawaitu kehadiran ICMI Muda yang terkonstruksi secara sadar, komitmen-komitmen keumatan dan kebangsaannya yang jelas dan terukur, serta konsistensinya dalam menjaga nawaitu dan mengemban komitmen tersebut, juga mungkin karena berbagai potensi ICMI Muda mulai semakin jelas terlihat dan tersadari.

Namun terlepas dari adanya fenomena tersebut, pembentukan kepengurusan ICMI Muda di seluruh penjuru tanah air dan di berbagai negara merupakan agenda konsolidasi organisasi yang memang penting dan mendesak dilakukan, sesuai amanah Muktamar Ke-1 ICMI Muda. Ditargetkan dalam 6 (enam) bulan pertama pasca-muktamar atau sampai Januari 2007, Majelis Pimpinan ICMI Muda sudah terbentuk di 80% provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Juga di beberapa kampus dan negara. Hal tersebut juga terkait dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-1 ICMI Muda yang akan diselenggarakan awal tahun 2007 di Medan, Sumatera Utara.

Pada rapat Presidium ICMI Muda Pusat, 12 - 13 Agustus 2006 lalu di Wisma Makara Kampus UI Depok, agenda konsolidasi organisasi tersebut menjadi salah satu bahasan utama dan mekanisme untuk itu dituangkan dalam bentuk Keputusan Presidium Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat. Rapat dihadiri lengkap oleh 7 (tujuh) Presidium ICMI Muda, yaitu Ahyar Anwar, Indra Syahrin, HM. Taufik Fachrudin, Syafruddin, Ahmad Zakiyuddin, Arqam Azikin, dan dipimpin Ketua Presidium AM Iqbal Parewangi.

Dalam Keputusan Presidium disebutkan batas waktu pembentukan Majelis Pimpinan ICMI Muda di tingkat wilayah yaitu November 2006. Sementara pembentukan Majelis Pimpinan ICMI Muda di tingkat kabupaten/kota dan kampus diberikan batas waktu Januari 2007.

Keputusan tersebut juga mengatur dua model mekanisme pembentukan “untuk pertama kalinya” Majelis Pimpinan ICMI Muda wilayah, daerah, khusus, dan luar negeri. Bagi yang sudah melaksanakan deklarasi ICMI Muda diharuskan menempuh mekanisme Musyawarah, yaitu Musywil untuk tingkat provinsi, Musyda untuk kabupaten/kota, Musykhus untuk kampus dan perguruan tinggi, dan Musylu untuk luar negeri. Sementara bagi yang belum melaksanakan deklarasi akan ditempuh mekanisme pemandatan Formatur 9 untuk setiap tingkatan kepemimpinan organisasi ICMI Muda.

Pembentukan Majelis Pimpinan ICMI Muda di tingkat kabupaten/kota dan kampus menunggu terbentuknya Majelis Pimpinan ICMI Muda Wilayah lebih dahulu.

Mengacu pada AD-ART ICMI Muda, Ketua Majelis Pimpinan ICMI Muda wilayah, daerah, khusus, dan luar negeri, tidak dapat merangkap jabatan sebagai Ketua Partai Politik, Ketua Ormas Islam dan Ketua Organisasi Kepemudaan lainnya. Selain itu, pimpinan ICMI Muda tidak dapat merangkap jabatan dalam setiap jenjang kepimpinanan organisasi ICMI Muda.

Penyusunan personalia Majelis Pimpinan ICMI Muda harus disemangati secara konsisten oleh prinsip-prinsip yang melatari sekaligus menafasi kelahiran ICMI Muda, antara lain : (1) paradigma dan orientasi sebagai organisasi gerakan, (2) azas representasi dan kompetensi, serta (3) prinsip pelangi : pelangi profesi, organisasi, akademik, dan politik, bagi terciptanya dinamika gravitasional yang dinamis dan seimbang, berikut keseimbangan dinamis di, dari dan oleh ICMI Muda.

 

25 Agustus 2006

Presidium

Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat

 

ttd

 

AM Iqbal Parewangi, S.Si. (Ketua Presidium)

Drs.HM.Taufik Fachrudin, MM (Presidium representasi Regional Sulawesi)

Drs. Ahyar Anwar, SS., M.Si. (Presidium representasi TiKNas)

Drs. Indra Syahrin, M.Si. (Presidium representasi Regional Sumatera)

Syafruddin, SH., M.Hum (Presidium representasi Regional Kalimantan)

Ahmad Zakiyuddin, S.IP (Presidium representasi Regional Jawa, Bali, Nusa Tenggara)

Arqam Azikin, S.Sos., M.Si. (Presidium representasi Regional Maluku & Papua)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >