" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Pernyataan Pers arrow Release Majelis Pimpinan Inti ICMI Muda Pusat
Release Majelis Pimpinan Inti ICMI Muda Pusat Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Rabu, 27 Juni 2007

Materi Publikasi

 

Struktur & Personalia

Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat

Periode 2006 – 2011

Kepemimpinan Berazas Representasi & Kompetensi

 

Alhamdulillah, dalam jangka waktu sebulan pasca Muktamar Ke-1 ICMI Muda, yang berlangsung sukses di Hotel Sahid Jaya Makassar 23-25 Juli 2006 lalu, Presidium ICMI Muda terpilih telah menelorkan beberapa keputusan strategis sekaligus melakukan beberapa langkah konkrit untuk memenuhi amanah muktamar, baik yang bersifat internal maupun eksternal organisasi. Salah satunya, penyusunan struktur dan personalia Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat periode 2006-2011.

Sebenarnya muktamar memberi batasan waktu 2 (dua) bulan untuk penyusunan kepengurusan. Namun Presidium ICMI Muda memandang perlu melakukan upaya-upaya percepatan. Antara lain karena merebaknya eforia keinginan yang hampir merata di tanah air untuk segera membentuk kepengurusan ICMI Muda di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, juga di beberapa kampus dan negara—untuk itu telah pula disosialisasikan Keputusan Presidium ICMI Muda perihal mekanisme pembentukan kepengurusan ICMI Muda di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kampus dan luar negeri. Namun eforia keinginan bermakna konsolidasi organisasi tersebut tentu saja baru bisa terlaksana setelah lebih dulu terbentuk struktur dan personalia ICMI Muda Pusat.

Meski melakukan upaya-upaya percepatan, Presidium ICMI Muda sangat menjaga kredo “cepat, cerdas, cermat” dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan, keputusan, dan langkah yang berkualitas. Termasuk dalam menyusun personalia Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat periode 2006-2011 dengan motto “kepemimpinan berazas representasi dan kompetensi”.

Sangat disadari bahwa segenap kebijakan, keputusan, dan langkah-langkah organisasi pada tahap-tahap awal ini akan menjadi acuan dan preseden penting bagi ICMI Muda ke depan. Jelasnya, akan merupakan pondasi organisasi. Untuk meletakkan pondasi yang kokoh, tidak bisa hanya langsung membangun, merekatkan bebatuan dengan campuran semen dan pasir, kemudian menimbun. Tetapi harus dimulai dengan sketsa dan pemetaan yang tepat, rencana konstruksi yang akurat, dan juga upaya menggali secara sungguh-sungguh. Termasuk urusan landasan hukumnya, layaknya IMB. Jadi yang dilakukan pada tahap awal ini adalah kerja arsitektural dan konstruksi, sekaligus kerja managerial dan judisial. Alhamdulillah, itu semua bisa berjalan baik, dengan nawaitu, komitmen dan konsistensi yang teduh dan teguh.

Struktur dan personalia Majelis Pimpinan ICMI Muda disusun dengan berpatokan pada AD-ART ICMI Muda serta amanat dan ketetapan-ketetapan Muktamar Ke-1 ICMI Muda lainnya. Antara lain, tujuan ICMI Muda, ruang lingkup gerakan ICMI Muda, prinsip-prinsip pelaksanaan kebijakan ICMI Muda, serta arah kebijakan dan program kerja ICMI Muda, sebagai berikut :

·         ICMI Muda bertujuan menghimpun dan menggerakkan potensi cendekiawan muslim muda dalam mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang damai, adil dan sejahtera lahir batin, yang diridhai Allah subhanahu wataala, dengan meningkatkan mutu keimanan dan  ketaqwaan, pemahaman, dan pengamalan ajaran Islam, kecendekiaan dan peran serta cendekiawan muslim muda se-Indonesia.

·         4 (empat) ruang lingkup gerakan ICMI Muda : gerakan dakwah sosial, gerakan pemikiran dan kebudayaan, gerakan kaderisasi, dan gerakan pemberdayaan masyarakat.

·         9 (sembilan) prinsip pelaksanaan kebijakan ICMI Muda : prinsip tujuan, prinsip kebutuhan dan permasalahan, prinsip pembinaan, prinsip ukhuwah, prinsip manfaat, prinsip profesionalitas, prinsip kesinambungan, prinsip keterpaduan, dan prinsip akuntabilitas.

·         Arah kebijakan dan program kerja ICMI Muda periode pertama (2006-2011) :

o        6 (enam) fokus secara internal : konsolidasi dan penggalangan potensi cendekiawan muslim muda, peneguhan karakter dan jati diri organisasi, penataan mekanisme organisasi—yang diorientasikan pada penciptaan organisasi yang tertata, tertib, teratur dan terarah—, perumusan rencana strategis dan formula gerakan, penaataan instrumen administratif dan atributif, serta perumusan pola pengkaderan ICMI Muda.

o        2 (dua) target secara eksternal : ICMI Muda mulai tampil sebagai organisasi yang berpengaruh dan berkontribusi pada umat dan bangsa.

Dalam penyusunan struktur dan personalia ini, paradigma dan orientasi ICMI Muda sebagai organisasi gerakan menjadi patokan penting yang mendapatkan perhatian khusus.

Selain patokan-patokan tersebut, penyusunan personalia Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat disemangati secara konsisten oleh 7 (tujuh) Kesadaran Dasar yang melatari sekaligus menafasi kelahiran ICMI Muda, sebagai berikut :

1.   Mewujudkan kepemimpinan umat: ICMI Muda menyadari pentingnya mewujudkan “kepemimpinan umat yang shiddiq, tabliq, fathanah, dan amanah” di seluruh lini kehidupan, bagi kepentingan bangsa, negara, dan umat Islam. Khususnya mewujudkan kepemimpinan politik umat, kepemimpinan ekonomi umat, kepemimpinan pendidikan umat, kepemimpinan sosial umat, kepemimpinan kultural umat, dan kepemimpinan moral umat.

2.   Kesetaraan dan kebersamaan. Kesetaraan: ICMI Muda menyadari bahwa Indonesia merupakan himpunan titik-titik koordinat sosial, kesadaran, maupun geografis, yang seharusnya memiliki kedudukan setara—bukan hierarkis. Kebersamaan: kepentingan ICMI Muda bukan pada “kepentingan” itu sendiri, tetapi pada kebersamaan. Diyakini oleh ICMI Muda, bahwa kepemimpinan berdasarkan prinsip kesetaraan dan kebersamaan merupakan tali-temali gravitasi sejati bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa dan umat.

3.   Pola bottom-up: ICMI Muda menggeliat lahir dan bergulir dengan pola bottom-up, bangkit serempak oleh tumbuhnya “kesadaran inisiatif” dari berbagai penjuru tanah air, bukan pola top-down yang bertumpu pada pola-pola instruksional untuk kemudian hanya merangsang “kesadaran partisipatif” sekaligus memenjarakan kesadaran itu di dalamnya. Diilhami pola bottom-up tersebut, pengembangan kepemimpinan ICMI Muda diharapkan dapat melahirkan tokoh-tokoh dan pemimpin-pemimpin bangsa dan umat yang mengakar dan merata di mana-mana.

4.   Azas representasi dan kompetensi. Representasi: “tujuh kepala lebih bagus dari satu kepala”, apalagi tujuh itu merupakan representasi dari seluruh titik-titik koordinat wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, seperti tercermin pada pola Presidium berazas keterwakilan wilayah. Kompetensi: mewujudkan kepemimpinan organisasi yang kompeten.

5.   Keselarasan nawaitu, komitmen, dan konsistensi: nawaitu yang dikonstruksi secara cerdas dan sadar, komitmen-komitmen keumatan dan kebangsaan yang jelas dan terukur, serta konsistensi dalam menjaga nawaitu dan mengemban komitmen.

6.   Prinsip pelangi: pelangi profesi, pelangi akademik, pelangi organisasi, dan pelangi politik. Dengan prinsip pelangi, ICMI Muda akan terjaga dari kooptasi kepentingan kelompok atau golongan, apalagi pribadi. Dengan unsur-unsur yang bermuatan dan berkarakter saling berbeda, diharapkan akan tercipta dinamika gravitasional yang dinamis dan seimbang, berikut keseimbangan dinamis di, dari dan oleh ICMI Muda.

7.   Musyawarah untuk mufakat: ICMI Muda perlu memelopori gerakan pemurnian kembali dan pengilau-suburan demokrasi warisan Islam yang mengutamakan “mufakat untuk musyawarah & musyawarah untuk mufakat”, dengan berusaha menghindari produk demokrasi Barat “mufakat untuk voting & voting untuk mufakat”.

Dengan berpatokan pada dan disemangati oleh hal-hal di atas, serta memperhatikan masukan segenap Tim Kerja ICMI Muda dari berbagai wilayah, daerah, kampus, dan luar negeri, rapat Presidium ICMI Muda pada tanggal 12 - 13 Agustus 2006 di Wisma Makara Kampus UI Depok menyusun dan menetapkan struktur Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat berikut personalia Pimpinan Inti. Rapat yang berlangsung dinamis dan produktif itu dihadiri lengkap 7 (tujuh) Presidium ICMI Muda Pusat.

Untuk lebih mendukung secara operasional upaya pencapaian tujuan gerakan ICMI Muda, dimana pada periode awal sangat dituntut kepemimpinan yang mampu bekerja, berkinerja, dan bersinergi secara optimal, struktur dan personalia Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat periode 2006-2011 disusun dengan pola : (1) struktur Pimpinan Inti menerapkan komposisi 7 – 9 – 11, terdiri dari 7 presidium, 9 unsur sekretaris, dan 11 unsur bendahara, serta (2) 18 Departemen dan 53 Divisi dirancang bersifat spesifik dan fokus, disesuaikan dengan kondisi objektif bangsa dan umat, serta sumber daya strategis, metode, dan sasaran gerakan ICMI Muda dalam periode 5 (lima) tahun pertama.

I.    Struktur Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat

·       Dewan Penasehat ICMI Muda Pusat terdiri atas Ketua dan beberapa Wakil Ketua, Sekretaris dan beberapa Wakil Sekretaris, serta Anggota Dewan Penasehat

·       Dewan Pakar ICMI Muda Pusat terdiri atas Ketua dan beberapa Wakil Ketua, Sekretaris dan beberapa Wakil Sekretaris, serta Anggota Dewan Pakar

·       Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat :

o      Pimpinan Inti dengan komposisi 7 – 9 – 11 terdiri dari 7 (tujuh) Presidium, Sekretaris Jenderal beserta 8 (delapan) Wakil Sekjen, dan Bendahara Umum beserta 10 (sepuluh) Wakil Bendahara.

o      18 (delapanbelas) Departemen dan 53 (limapuluh tiga) Divisi masing-masing terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Anggota.

·       Bagan Struktur Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat :


II.   Pimpinan Inti Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat

Susunan personalia Pimpinan Inti Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat Periode 2006-2011 adalah sebagai berikut :

 

PRESIDIUM

1.        AM Iqbal Parewangi, S.Si. (Ketua)

2.        Drs. Ahyar Anwar, SS., M.Si.

3.        Drs. Indra Syahrin, M.Si.

4.        Ahmad Zakiyuddin, S.IP.

5.        Syafruddin, SH., M.Hum.

6.        Drs. HM. Taufik Fachrudin, MM

7.        Arqam Azikin, S.Sos., M.Si.

 

SEKRETARIS

1.        Drs. Bernad Dermawan Sutrisno, M.Si. (Sekretaris Jenderal)

2.        Ir. Andi Muhammad Aris. (Wakil Sekjen)

3.        Harmaini el-Harmawan, S.Ag, M.Ag. (Wakil Sekjen)

4.        Ir. Fatahuddin S. Massinai (Wakil Sekjen)

5.        Drs. Anzar ZR Wattimena (Wakil Sekjen)

6.        Bahrul Ulum, S.Pd. (Wakil Sekjen)

7.        Adi Saputro, S.IP. (Wakil Sekjen)

8.        Hamid Amren, SE. (Wakil Sekjen)

9.        Taufiq Kahar, S.IP. (Wakil Sekjen)

 

BENDAHARA

1.        Abd. Rauf Suddin, SH. (Bendahara Umum)

2.        Laila Mona, M.Si. (Wakil Bendahara)

3.        Rosnaini, SE., MM. (Wakil Bendahara)

4.        Marzuki Nasution, SE. (Wakil Bendahara)

5.        Sakka Pati, SH., MH. (Wakil Bendahara)

6.        Abd. Azis, SE. (Wakil Bendahara)

7.        Ir. Iwan Sudrajat (Wakil Bendahara)

8.        Mediswati, ST.  (Wakil Bendahara)

9.        dr. Rizal M. Nur. (Wakil Bendahara)

10.    Aristo A. Kadir, S.Ked. (Wakil Bendahara)

11.    Buri Elly, SE. (Wakil Bendahara)

 

 

27 Agustus 2006

Presidium

Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat

 

ttd

 

AM Iqbal Parewangi, S.Si. (Ketua Presidium)

Drs.HM.Taufik Fachrudin, MM (Presidium representasi Regional Sulawesi)

Drs. Ahyar Anwar, SS., M.Si. (Presidium representasi TiKNas)

Drs. Indra Syahrin, M.Si. (Presidium representasi Regional Sumatera)

Syafruddin, SH., M.Hum (Presidium representasi Regional Kalimantan)

Ahmad Zakiyuddin, S.IP (Presidium representasi Regional Jawa, Bali, Nusa Tenggara)

Arqam Azikin, S.Sos., M.Si. (Presidium representasi Regional Maluku & Papua)

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >