" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Rubrik arrow ICMI Muda News arrow Muktamar 'ICMI Muda' tak Terbendung
Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Rabu, 27 Desember 2006

Republika-Senin, 24 Juli 2006

Sebanyak 22 orang perwakilan Tim Kerja Wilayah (Tikwil) dan Tim Kerja Nasional (Tiknas) bergandengan tangan sambil mengucapkan Allahu Akbar. Sekitar 450 peserta yang menghadiri pembukaan tersebut pun ikut memekikkan asma Allah itu. Momen tersebut menandai pembukaan Muktamar I ICMI Muda yang berlangsung di Hotel Sahid, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (23/7).

Jika umumnya sebuah perhelatan sekelas muktamar dibuka minimal oleh ketua umum atau tokoh nasional, Muktamar ICMI Muda tidak demikian. Namun muktamar yang ini justru dibuka oleh puluhan orang yang mereka yakini bakal menjadi calon tokoh nasional di masa depan.

Alasan tak hadirnya satupun tokoh ICMI dalam acara ini, boleh jadi karena Tiknas ICMI Muda selaku penyelenggara Muktamar belum mengantongi rekomendasi dari Presidium ICMI. Walau sebetulnya, sejumlah presidium ICMI seperti Hatta Radjasa, Nanat Fatah Natsir atau Muslimin Nasution sempat mengemukakan kesediaannya untuk hadir dalam perhelatan ini.

Tapi, siapa yang dapat membendung gejolak darah uda mereka? `'Muktamar ini adalah keinginan kita semua yang hadir hari ini. Muktamar ini memang tanpa rekomendasi, tapi sejarah tidak mungkin dihentikan oleh ketiadaan rekomendasi,'' ujar AM Iqbal Parewangi, ketua Tiknas ICMI Muda yang disambut tepukan peserta.

Sikap Presidium ICMI

Lima hari menjelang pelaksanaan Muktamar, Tiknas mendapat jawaban dari Presidium ICMI. Isi surat yang ditandatangani Ketua Presidium ICMI Marwah Daud Ibrahim dan Sekjen ICMI Agus Salim Dasuki, di antaranya menyatakan, ICMI Pusat memutuskan belum akan memberikan rekomendasi penyelenggaraan Muktamar ICMI Muda I, sampai tiba Muktamar V ICMI mendatang.

Presidium juga menyatakan keberatan jika Muktamar tersebut mencantumkan kata ICMI, sebab dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Jika panitia nekad, tidak tertutup kemungkinan ICMI melakukan upaya hukum untuk menghindari mudharat yang lebih jauh lagi. Tapi Presdium menawarkan, jika dalam Muktamar I tidak mencantumkan kata ICMI, tidak tertutup kemungkinan 'ICMI Muda' akan jadi cikal bakal badan otonom ICMI pada Muktamar V.

Tapi, sedikitnya 450 cendekiawan muda yang memiliki visi sama tentang kemudaan, keindonesiaan, dan keummatan tetap berkumpul di Hotel Sahid, Makassar. ''Muktamar ini berlangsung karena Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Papua, dan teman-teman dari berbagai daerah menginginkannya,'' ujar Iqbal.

Yang unik adalah bakal lahirnya sebuah organisasi dengan prinsip buttom up. Prinsip arus bawah ini, menurut Iqbal, adalah roh organisasi moderen masa depan. Di alam demokrasi publik, pastisipasi saja sudah tidak memadai, tapi inisiatif akan menjadi lebih penting.

Saat sesi orasi cendekiawan muda yang mengupas topik Alih Generasi Cerdas Indonesia, yang tak ubahnya ajang pandangan umum dari perwakilan Tikwil maupun Tikda, sempat terlontar keinginan dari beberapa peserta untuk tidak terlalu mempermasalahkan apakah organisasi yang akan lahir tersebut berada di bawah naungan ICMI atau tidak. Husba Phada, dari Tikwil Sulsel, mengatakan, saat ini yang dibutuhkan adalah wadah, yang bisa menampung cendekiawan muda untuk memberikan sumbangsih bagi umat dan bangsa. ''Kita harus menunjukkan yang bisa dibuat untuk perbaikan keumatan, keislaman, dan keindonesiaan. Bukan hanya terfokus pada persoalan nama ada ICMI atau tidak,'' ujarnya.

Koordinator Tikwil Sumatera Utara, Tatang Hidayat Pohan mengatakan, awal pendeklarasian ICMI Muda Sumut, nama ICMI memang menjadi satu daya tarik. Namun daya tariknya justru karena para deklarator di Sumut melihat keberadaan ICMI di Sumut selama ini tidak ada aktivitas.

Meski demikian, Tatang mengatakan, antara pengurus Orwil ICMI Sumut dan deklarator tidak ada masalah. ''Kami justru melakukan silaturahmi ke Orwil, dan menegaskan bahwa kami tidak ada keinginan menjadi rivalitas. Justru ketitipan pesan dari ICMI Orwil Sumut, agar kehadiran ICMI Muda tidak lepas dari ICMI,'' ujar Tatang yang datang bersama 25 orang deklarator.

Koordinator Tikwil ICMI Muda Jawa Barat, Ahmad Zakiyuddin, menilai, penolakan yang dilakukan oleh Presidium ICMI terhadap kehadiran ICMI Muda adalah sebuah kekhilafan. Menurutnya, bagi para deklaratror ICMI Muda Jabar yang baru terbentuk 17 Juli lalu, penolakan tersebut justru menjadikan tantangan bagi ICMI Muda untuk menunjukkan kiprahnya ke depan.

Yang pasti, pembukaan Muktamar I ICMI Muda di Makassar berlangsung sukses di tengah berbagai keprihatinan. Di hari pertama, seluruh Tikwil membuat tiga kesepakatan, yakni tetap akan memakai nama ICMI, ICMI Muda bukan pecahan dari ICMI dan tidak untuk memecah ICMI, serta tetap akan mempertahankan niat dan komitmen keindonesiaan, kecendekiawanan, kemudaan dan keumatan. andi nur amina ( )

 
< Sebelumnya