" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Pernyataan Pers arrow Terorisme Ideologis Harus Dihentikan
Terorisme Ideologis Harus Dihentikan Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Minggu, 24 Desember 2006

PRESIDIUM

ICMI Muda

Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia Muda

Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat, setelah mencermati dan mengkaji permasalahan strategis ideologis bersifat aktual dan faktual yang ditimpakan kepada umat Islam saat ini, selanjutnya menyatakan sebagai berikut:

Statemen September 2006 ICMI Muda :

Terorisme Ideologis Harus Dihentikan

ICMI Muda memandang bahwa serangan atasnama anti-terorisme bersenjata dan serangan terorisme ideologis terhadap Islam dan umat Islam, yang dilakukan oleh Dunia Barat dan pihak-pihak yang tidak senang pada Islam, adalah merupakan dua upaya sistemik dan sistematis berskala global untuk memojokkan dan menyerang umat Islam, untuk menggerogoti dan menyerang akar-akar pondasi imani umat Islam, serta dalam rangka okupasi terhadap Jazirah Islam. Deraan stigmatisasi terorisme bersenjata dan serangan terorisme ideologis terhadap umat Islam bukan hanya sangat menyakiti umat Islam sedunia, menguras energi imani dan mengguncang rasa percaya diri umat Islam, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dunia, peradaban umat manusia, dialog antar peradaban, dan dialog antar umat beragama.

Isu terorisme bersenjata telah dijadikan senjata global pemusnah massal yang sangat ampuh untuk memojokkan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan dalih terorisme bersenjata, banyak akitivis Islam dan masyarakat awam ditangkapi. Dengan dalih perang melawan terorisme bersenjata, Irak dan Afganistan diluluh-lantakkan oleh pasukan multinasional pimpinan Amerika dan sekutunya. Dengan propaganda anti-terorisme bersenjata, Amerika terus merekayasa rencana dan menggalang dukungan internasional untuk menyerang Iran. Begitu pun kondisi Palestina dan Lebanon yang diporak-poranda oleh pasukan Israel dukungan Amerika. Dengan dalih dan propaganda anti-terorisme bersenjata, rangkaian okupasi oleh Dunia Barat terhadap Jazirah Islam dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Semua itu telah menimbulkan tragedi kemanusiaan yang luas dan berkepanjangan.

Berbagai skenario terus dikembangkan oleh Dunia Barat dan pihak-pihak yang tidak senang pada Islam untuk melekatkan stigma terorisme bersenjata tersebut pada umat Islam.

Tetapi, tidak hanya menangkapi orang-orang Islam, memojokkan dan menyerang umat Islam, serta berusaha mengokupasi Jazirah Islam, dengan dalih untuk melawan terorisme bersenjata dalam berbagai versi yang diskenariokan seakan dilakukan oleh orang-orang Islam. Sejalan dengan itu, terorisme ideologis terhadap Islam dan umat Islam juga terus mereka lakukan. Dengan serangan atasnama anti-terorisme bersenjata mereka berusaha memojokkan dan menyerang eksistensi umat Islam, dengan serangan terorisme ideologis mereka berusaha menggerogoti dan menyerang akar-akar dan pondasi imani umat Islam. Muara utama dari serangan atasnama anti-terorisme bersenjata dan serangan terorisme ideologis tersebut adalah okupasi Jazirah Islam. Meliputi okupasi secara ekonomis, politik, ideologi, sosial, budaya, agama, peradaban, dan wilayah.

ICMI Muda memandang bahwa pernyataan Paus Benediktus XVI pada tanggal 12 September 2006 di Universitas Regensburg, Jerman, merupakan salah satu diantara puncak-puncak terorisme ideologis yang ditujukan langsung kepada Islam dan umat Islam.

Dalam kuliah teologi berjudul Faith, Reason and the University: Memories and Reflections, dengan mengutip pernyataan sinis Kaisar Byzantium Manuel II Paleologos yang merupakan hinaan dan kecaman terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, Paus Benediktus XVI berkata, “Tunjukkan padaku apa yang baru dari Muhammad, dan yang kau temukan hanyalah hal yang berbau iblis dan tak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan agama dengan pedang.”

Serangan terorisme ideologis lainnya antara lain seri karikatur yang diterbitkan koran Jylland-Posten edisi 30 September 2005 dengan tujuan untuk menghina Nabi Muhammad SAW. Begitupun, pidato politik Presiden Amerika George W. Bush di depan undangan National Endowment of Democracy dan di hadapan The Ronald Reagan Presidential Library, pada tanggal 6 Oktober 2005, yang secara lugas menyebut bahwa ideologi Islam berada di balik aksi-aksi terorisme internasional. Dan serangkaian terorisme ideologis lainnya.

Muatan, tujuan, maupun dampak dari pernyataan provokatif Paus Benediktus XVI tidak berbeda dengan serangan-serangan terorisme ideologis lainnya. Bahkan terorisme ideologis melalui pernyataan Paus Benediktus XVI, sebagai pemegang tampuk Takhta Suci Katolik Roma, lebih tajam berbisa.

Pernyataan Paus Benediktus XVI jelas dilakukan dengan sadar, dan dalam konstalasi berskala global. Pernyataan tersebut menunjukkan kurangnya kedewasaan religius dan kearifan global, termasuk dalam hal memahami relasi historis Islam dengan Kristen.

Pernyataan Paus Benediktus XVI tersebut dan berbagai bentuk terorisme ideologis lainnya merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dunia dan peradaban umat manusia, berikut dialog antar peradaban dan dialog antar umat beragama. Terorisme ideologis, apalagi dilakukan oleh pemimpin agama dunia, tidak lain tujuannya adalah untuk menghancurkan tatanan perdamaian universal antar-umat beragama yang dibangun dengan susah-payah.

Menyadari akan besarnya bahaya terorisme ideologis yang dilakukan secara sisematis dan sistemik terhadap Islam dan umat Islam, berikut seluruh dampak buruknya terhadap perdamaian dunia, peradaban umat manusia, dan hubungan antar-umat beragama, maka dengan ini ICMI Muda menyatakan bahwa:

 

  1. ICMI  Muda mengutuk  seluruh  bentuk terorisme ideologis  terhadap Islam dan umat Islam, dan menyerukan segera dihentikannya seluruh bentuk terorisme ideologis,
  2. ICMI Muda menilai bahwa atas pernyataannya yang sarat akan terorisme ideologis, Paus Benediktus XVI tidak cukup hanya harus meminta maaf kepada umat Islam seluruh dunia. Paus Benediktus XVI juga harus meminta maaf kepada Isa Al-Masih serta umat Kristen Katolik dan umat Kristen Protestan seluruh dunia karena telah mencemarkan konsep cinta-kasih gereja. Paus Benediktus XVI juga harus meminta maaf kepada seluruh umat Hindu, umat Budha, dan seluruh umat beragama di dunia karena telah mengganggu tatanan hubungan antar-umat beragama. Paus Benediktus XVI juga harus meminta maaf kepada seluruh umat manusia karena telah menggoncang tatanan perdamaian dan peradaban dunia,
  3. ICMI Muda memandang  bahwa umat Islam harus semakin meningkatkan solidaritas lokal, nasional, regional, dan global, serta harus semakin meningkatkan kecerdasan keumatan diri dalam menghadapi dan menyikapi berbagai bentuk terorisme ideologis,
  4. ICMI Muda memandang  bahwa seluruh komponen umat Islam harus mengelola energi imani secara efektif dan efisien dalam menghadapi dan menyikapi berbagai skenario global yang anti-Islam, anti-perdamaian, maupun anti-peradaban.

Indonesia, 18 September 2006 

Presidium ICMI Muda Pusat

 

NO

PRESIDIUM

TANDA TANGAN

1.

AM Iqbal Parewangi, S.Si.

(Ketua, 04115761581)

2.

Drs. Ahyar Anwar, SS., M.Si.

3.

Drs. Indra Syahrin, M.Si.

4.

Ahmad Zakiyuddin, S.IP

5.

Syafruddin, SH., M.Hum

6.

Drs. HM. Taufik Fachrudin, MM

7.

Arqam Azikin, S.Sos., M.Si.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >