" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Pernyataan Pers arrow Seruan Makara 2006 ICMI Muda
Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Minggu, 24 Desember 2006

Seruan Makara 2006 ICMI Muda

Rapat Presidium Majelis Pimpinan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) Muda Pusat —pada tanggal 12 - 13 Agustus 2006 di Wisma Makara Kampus UI Depok—, setelah mencermati dan mengkaji berbagai masukan dari segenap Tim Kerja ICMI Muda dan berbagai pihak tentang permasalahan strategis aktual dan faktual yang menimpa dunia Islam dan bangsa Indonesia saat ini, selanjutnya merekomendasikan Seruan Makara 2006 ICMI Muda, sebagai berikut:

Seruan Pertama:

Perdamaian untuk Jazirah Islam

ICMI Muda memandang okupasi Israel terhadap Lebanon merupakan bagian dari rangkaian okupasi Dunia Barat terhadap Jazirah Islam yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan dan telah menimbulkan tragedi kemanusiaan berkepanjangan. Kondisi Irak dan Afganistan yang diluluh-lantakkan oleh pasukan multinasional, dan rencana Amerika untuk menyerang Iran dengan skenario serupa, yaitu propaganda antiterorisme, begitu pun kondisi Palestina dan sekarang Lebanon yang diporak-poranda oleh pasukan Israel dukungan Amerika, adalah bagian tak terpisahkan dari upaya okupasi Dunia Barat terhadap Jazirah Islam. Okupasi sistematis dan berkesinambungan tersebut terutama dilatar-belakangi modus ekonomis, ideologis dan keagamaan, sebagian dengan memanfaatkan isu terorisme dan propaganda anti-terorisme. Dengan demikian, okupasi Israel terhadap Lebanon menjadi masalah utama bersama dunia Islam.

Terciptanya hubungan yang kondusif antara Israel dengan Palestina dan Lebanon akan menjadi faktor sangat menentukan bagi terwujudnya perdamaian di Jazirah Islam.

Terkait dengan itu, ICMI Muda memandang bahwa sesungguhnya Indonesia memiliki potensi besar dan posisi penting untuk mengambil peran strategis bagi terwujudnya perdamaian di Jazirah Islam. Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan mayoritas, yang diperkuat oleh kondisi objektif Indonesia, yaitu adanya kesamaan visi antar-umat beragama di Indonesia mengenai pentingnya mewujudkan perdamaian tersebut, serta tingginya solidaritas dan kepedulian umat Islam Indonesia terhadap nasib yang menimpa negara-negara muslim dan umat Islam di berbagai negara. Dalam hubungannya dengan okupasi Israel terhadap Lebanon, kondisi objektif tersebut ditandai antara lain aksi sejuta umat, penggalangan dana oleh masyarakat, dan pengiriman laskar jihad.

Menyadari pentingnya mewujudkan perdamaian di Jazirah Islam dan pentingnya peran strategis Indonesia untuk itu, maka dengan ini ICMI Muda menyerukan agar kiranya:

  1. Pemerintah Republik Indonesia memposisikan diri dan mengambil peran aktif strategis sebagai mediator dan fasilitator perdamaian untuk Jazirah Islam, termasuk antara Israel dengan Lebanon dan Palestina.
  2. Pemerintah Republik Indonesia mengintensifkan dan mengoptimalkan langkah-langkah diplomasi internasional guna terwujudnya gencatan senjata dan penarikan mundur pasukan Israel dari Palestina dan Lebanon, demi terwujudnya perdamaian di Jazirah Islam dan perdamaian dunia.

Seruan Kedua:

Keadilan untuk Lembaga Pendidikan Islam & Pesantren

ICMI Muda memandang bahwa lembaga-lembaga pendidikan Islam dan pesantren di Indonesia harus mendapatkan perlakuan adil dalam sistem dan kebijakan pendidikan nasional.

Perwujudan dari salah satu tujuan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan tujuan sistem pendidikan nasional yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan akan menciptakan harapan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa cerdas yang beriman dan bertaqwa. Adalah sesungguhnya tanggungjawab pemerintah untuk mewujudkan tujuan dan harapan tersebut.

Suatu fakta pendidikan nasional yang sangat membanggakan adalah bahwa ribuan lembaga pendidikan Islam dan pesantren yang bertebaran di seluruh Indonesia telah membantu pemerintah mengemban tanggungjawab tersebut. Lembaga-lembaga pendidikan Islam dan pesantren, seperti yang dikelola oleh Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Alwashliyah, As’adiyah, Darudda’wah wal-Irsyad (DDI), Hidayatullah, dan banyak lagi organisasi Islam, merupakan sumbangsih sangat besar dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, pembentukan kepribadian bangsa, dan penguatan pondasi moral bangsa.

Namun, terdapat juga fakta lain bahwa ribuan lembaga pendidikan Islam dan pesantren di Indonesia belum mendapatkan perlakuan adil dalam sistem dan kebijakan pendidikan nasional. Perhatian, dukungan dan subsidi pendidikan dari pemerintah untuk lembaga pendidikan Islam dan pesantren masih sangat rendah, jauh dari memadai jika dibandingkan dengan besarnya sumbangsih pendidikan yang mereka berikan, atau jika dibandingkan dengan besarnya perhatian, dukungan dan subsidi pendidikan yang seharusnya mereka terima, maupun jika dibandingkan dengan perhatian, dukungan dan subsidi pendidikan yang diterima lembaga pendidikan umum/negeri.

Menyadari besarnya sumbangsih pendidikan lembaga-lembaga pendidikan Islam dan pesantren bagi bangsa dan negara Indonesia, dan menyadari pentingnya perlakuan adil dalam sistem dan kebijakan pendidikan nasional, maka dengan ini ICMI Muda menyerukan agar kiranya:

  1. Pemerintah Republik Indonesia menerapkan prinsip keadilan pendidikan dengan tidak membedakan perlakuan maupun kebijakan terhadap lembaga pendidikan umum/negeri dengan lembaga pendidikan Islam dan pesantren.
  2. Pemerintah Republik Indonesia meningkatkan perhatian, dukungan dan subsidi pendidikan bagi lembaga pendidikan Islam dan pesantren.

Wisma Makara, Kampus UI Depok, 13 Agustus 2006

Presidium ICMI Muda Pusat

 

NO

PRESIDIUM

TANDA TANGAN

1.

AM Iqbal Parewangi, S.Si.

(Ketua, 04115761581)

2.

Drs. Ahyar Anwar, SS., M.Si.

3.

Drs. Indra Syahrin, M.Si.

4.

Ahmad Zakiyuddin, S.IP

5.

Syafruddin, SH., M.Hum

6.

Drs. HM. Taufik Fachrudin, MM

7.

Arqam Azikin, S.Sos., M.Si.

 
< Sebelumnya