" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Tentang ICMI Muda arrow Sekilas ICMI Muda
Sekilas ICMI Muda Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Minggu, 24 Desember 2006

Forum ICMI Muda dideklarasikan 19 September 2005 di PMCC (Panakukang Mas Country Club), Makassar. Tercatat 10 orang deklarator ICMI Muda, yaitu (1) AM Iqbal Parewangi, S.Si. selaku Koordinator Deklarator, (2) Dr. Ir. Andi Tamsil, (3) Ahyar Anwar, SS., M.Si., (4) Arqam Asikin, S.Sos., M.Si., (5) Farida Patittingi, SH., MH., (6) Dra. Nurlinda Azis, M.Si., (7) Rahmat Muhammad, S.Sos., M.Si., (8) Dr. Ir. Sudirman Numba, (9) Nasrun Hamzah, SH., dan (10) Drs. Mayong, M.Si.

Lima hal yang mendasari gagasan awal dideklarasikannya ICMI Muda. Yaitu : (1) ICMI Muda bukan pecahan dari ICMI dan tidak untuk memecah ICMI, (2) secara organisatoris ICMI Muda bersifat independen namun secara idiologis ICMI Muda bernaung di bawah payung besar ICMI, (3) ICMI Muda melaksanakan Muktamar sendiri, punya AD/ART sendiri, dan punya struktur kepengurusan sendiri yang secara independen dipilih oleh dan bertanggungjawab melalui musyawarah ICMI Muda, (4) ICMI Muda berperan menopang dan menggerakkan kaderisasi khususnya bagi ICMI dan umumnya bagi umat Islam, serta (5) identitas gerak perjuangan ICMI Muda berlandaskan empat prinsip: kecendekiaan, keislaman, keindonesiaan, dan kemudaan.

Tanggal 5 Desember 2005, bertempat di Hotel Sahid Jaya Makassar, 10 orang Deklarator ICMI Muda bersama 10 cendekiawan muda dari berbagai kalangan diterima khusus oleh Prof. Dr-Ing. BJ Habibie yang didampingi Ketua Umum Orpus ICMI waktu itu, Dr. Ir. Muslimin Nasution. Salah satu hal penting yang didiskusikan yaitu tentang ICMI Muda. Habibie merestui dan mendukung keberadaan ICMI Muda dan menegaskan agar ICMI Muda melaksanakan Muktamar Ke-1 dalam rentang waktu setahun terhitung sejak hari pertemuan itu. Habibie juga menegaskan agar Muktamar Ke-1 ICMI Muda dilaksanakan di Makassar sesuai dengan tempat dimana ICMI Muda pertama kali dideklarasikan.

Setelah pertemuan dengan pendiri ICMI pada tanggal 5 Desember 2005, para deklarator ICMI Muda telah menggelar beberapa kali rapat terbatas yang membahas prinsip dan konsep perjuangan ICMI Muda, konsep Anggaran Dasar/Anggaran Rumah tangga ( AD/ART), visi dan filosofi dan format organisasi.

Pertemuan terakhir yang dihadiri lebih dari 70 orang undangan pada bulan Maret 2006 seperti da`i muda Sulsel H Das`ad Latif, S.Kom, M.Si, Ketua KAMMI Sulsel Anwar. ST, fungsionaris Hizbut Tahrir Indonesia Sulsel Bahrul Ulum,S.Pd, dan Koordinator ICMI Muda Sulbar Basnang Said,S.Ag, M.Ag akhirnya membentuk Tim Kerja Nasional (TIKnas) untuk menggelar mukhtamar I 21-23 Juni 2006. Pelaksanaan muktamar ICMI Muda yang semula direncanakan 21-23 Juni akhirnya ditunda sampai akhir Juli 2006 Penundaan itu ditempuh Tim Kerja Nasional (Tiknas) ICMI Muda untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan muktamar (Press release TiKNas, 26 Maret 2006)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >