" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Aktifitas arrow TiKNas Pembubaran di Malino
TiKNas Pembubaran di Malino Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Minggu, 24 Desember 2006

Pasca Muktamar ke-1 ICMI Muda, 21-23 Juli di Makassar, Tim Kerja Nasional (TiKNas) mengadakan refreshing sekaligus pembubaran TiKNas di Kota Malino, yang terletak 90 km arah selatan Kota Makassar, tepatnya di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Kegiatan yang diadakan 11 Agustus 2005 diikuti anggota inti TiKNas, dipimpin langsung ketua TiKNas, Iqbal Parewangi.

Tepat pukul 16.30, bus Pemkot Makassar yang mengangkut Tim meninggalkan Jl. Adhyaksa yang selama ini menjadi “base camp” TiKNas, disusul mobil yang membawa K’ Iqbal bersama satu keluarganya. Sebelumnya, Bu Sakka Pati bersama beberapa istri dosen Fak. Hukum Unhas telah melaju terlebih dahulu guna mempersiapkan acara di Malino. Memasuki kota Sungguminasa, bus singgah sejenak karena ada K’Rauf yang ternyata menunggu kami sejak sesudah sholat jum’at. Selang beberapa menit bus melaju, bus kembali singgah, rupanya K’Ahyar dengan dongkolnya juga sudah menunggu kami beberapa jam sebelumnya. Bus pun kembali melaju, menapaki jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah seiring senja hari yang terus merambat memasuki waktu malam.

Kami akhirnya sampai juga dikota Malino. Kawasan Malino ini terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata sejak zaman penjajahan Belanda. Di Kota Malino, bukan hanya terdapat vila dan penginapan di perbukitan tempat menikmati hawa dinginnya dengan pesona alam yang luar biasa, tetapi juga tempat yang berketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut ini memiliki objek-objek wisata yang menarik dan potensial akan flora dan fauna yang beraneka ragam.

Setelah sempat nyasar mencari villa, bus yang kami tumpangi akhirmya sampai juga di villa yang telah dipesan sebelumnya. Di Villa, K’Iqbal dan keluarga sudah tiba lebih dulu, sementara bu Sakka sudah menyiapkan makan malam bagi kami yang baru tiba. Di ruang tamu, K’ Heru dengan asyiknya memainkan organ yang dibawanya dari Makassar. Sesampainya di Villa K’ Heru langsung bernyanyi bersama “yunior-yunior” ICMI Muda, tampak Aci, Aso, Asse, buah hati K’Iqbal sangat gembira bermain bersama putra-putri K’Ina, K’Heru dan Bu Sakka yang juga ikut ke Malino. Setelah istirahat sejenak, kami pun makan malam dengan lahapnya, di tengah hawa dingin yang menusuk dan angin malam yang menyelimuti Malino. Malam itu kami habiskan untuk bersantai, menghilangkat segala penat, bernyanyi, membuat rasa persaudaraan dan kebersamaan terasa makin kental. Kami yang laki-laki menggelar lomba domino sampai larut malam, sambil menunggu The A Team, julukan kami bagi tim keamanan saat Muktamar yang baru tiba di lokasi dini hari. Permainan domino pun makin semarak dan tak terasa sampai jelang waktu shubuh.    

Malino, Eksotisme Alam Sulawesi

Kawasan wisata Malino merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa, jaraknnya sekitar 90 km dari kota Makassar, tepatnya di Tingimoncong kabupaten Gowa. Terletak di sebelah selatan kota Makassar, dengan gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah,tumbuh dan berkembang dikota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung

Di Malino terdapat potensi wisata yang sangat potensial. Mulai dari Air Terjun Takapala yang terletak di daerah Bulutana, Air Terjun Lembanna yang kira-kira 8 km dari Kota Malino, Hutan Wisata Malino yang lebih dikenal dengan sebutan Hutan Pinus, serta kekayaan floradan fauna yang beraneka macam. Keindahan alam Malino yang dikenal sejak zaman kolonial Belanda juga menyimpan tumbuhan peninggalan Belanda yang sampai sekarang bisa ditemukan, namun terbilang langka, yaitu termasuk edelweis dan pohon turi yang bunganya berwarna oranye. Saat mekar, bunga-bunga ini terlihat indah, apalagi jika dilihat dari udara atau kejauhan

Sedikit ke daerah atas terlihat dengan jelas hamparan sayur-mayur yang hijau. Tanaman hortikultura seperti kol, vetsai, bawang prei, kentang dan tomat, digarap oleh para petani desa setempat. Tepatnya terletak di daerah Kanrepia. Sementara itu kalau kita ke daerah Pattapang, terdapat perkebunan teh milik Nittoh asal jepang yang juga menjadi salah satu objek wisata Malino yang digemari karena hamparan hijaunya yang cantik dan memukau. Di Malino juga terdapat perkebunan Markisa yang terkenal menghasilkan buah markisa yang manis, yang dapat diperoleh di pasar-pasar tradisonal di Malino.

Kami pun rombongan TiKNas menikmati segala kepuasan yang disediakan kawasan wisata alam Malino. Sejak pagi, beberapa rekan sudah mendatangi pasar tradisional Malino. Jam 10 pagi, kami ke kebun strawbery milik dr. Gaffar, salah satu anggota MP ICMI Muda Pusat dengan mobil puskesmas keliling yang dikemudikan dr. Gaffar. Kami juga mendatangi perkebunan teh yang sangat indah, selanjutnya bersilaturrahmi sekaligus beristrirahat di rumah dr. Gaffar. Tak terasa sampai menjelang sore kami berkeliling menikmati keindahan alam Malino. Kiranya Malino memiliki prospek pariwisata yang sangat potensial. Keindahan Panorama Alam yang memukau, potensi flora dan faunanya, dan kenyamanan yang dijanjikannya, membuatnya berpeluang menjadi salah satu objek wisata yang terkenal di Nusantara.

Meneguhkan Komitmen di Malino

Selain refhresing, kegiatan utama TiKNas di Malino adalah evaluasi dan pembubaran kepanitiaan Muktamar. Setelah beristirahat dan sholat maghrib, acara diskusi kami gelar. Acara ini sarat makna karena menjadi ajang rekan-rekan TiKNas menyampaikan uneg-uneg, sekaligus merefleksikan perjalanan mengawal Muktamar yang sungguh sangat berat.

Sangat berat, karena jalan panjang, sempit, tajam dan berliku menghadang TiKNas. Demikian juga berbagai kendala dan hambatan silih berganti menerpa, skeptis, pesimis dan intimidasi serta ancaman baik dari internal dan eksternal, tak ubahnya sebuah simphony yang memberi energi strategis kepada Tim Kerja Nasional (TiKNas) untuk tetap bersikukuh mengawal, menyelenggarakan dan merampungkan muktamar Ke-1 ICMI Muda. Malam itu melahirkan banyak cerita, baik suka maupun duka dalam mengawal ICMI Muda.

Berbagai unek-unek disampaikan malam itu. Namun sebuah kesimpulan ditarik, bahwa telah terbentuk “TEAM” yang luar biasa, yang lahir karena niat, komitmen dan konsistensi, yang terbentuk dengan tempaan berbagai halangan dan tantangan. Sebuah TEAM, “Together Everyone Achieve More” atau sebuah kebersamaan karena keikhlasan dan pengorbanan orang-orangnya untuk dapat memberikan suatu “nilai lebih” bagi ummat dan bangsa. Tak heran, jika K’Iqbal tidak hanya sekedar mewakafkan waktu, tetapi juga dana yang tidak sedikit jumlahnya, ditengah hujatan maupun kritikan kepada beliau secara pribadi. Demikian juga K’Rauf Suddin yang justru perusahaan yang dipimpinnya harus kolaps saat-saat mengurus Muktamar. K’ Aris yang meski harus meninggalkan keluarganya di Bone demi mengawal Muktamar, Bahrul yang kadang berhari-hari harus bermalam di Sekret mengurus administrasi, K’Taufik Kahar yang paling sering sakit hati karena proposal Mukamar ditolak, serta perempuan perkasa ICMI Muda seperti Bu Yus, Bu Sakka, K’ Ina, Mediswati, Rosnaneny, dan Rahmawati, segelintir TiKNas yang mampu bertahan mengawal ICMI Muda. Demikian juga K’Nasrun Hamzah, K’Ahyar, K’Arqam, K’Mayong Maman yang terus memberi spirit, bersama-sama dalam TiKNas menorehkan sejarah baru, meretas masa depan.

Berbagai cerita kembali mengemuka malam itu, mulai penolakan dan pencitraan yang negatif yang terus menerus dilakukan oleh oknum tertentu, bahkan melalui jalur birokrasi dan link kekuasaan melakukan presure dan intimidasi, memblok setiap informasi, serta tertutupnya katup-katup sponsor yang awalnya memberi respon positif tetapi akhirnya mundur dengan alasan yang tidak jelas, nara sumber dalam seminar nasional dan undangan menghadiri Muktamar yang dijadwalkan hadir pada awalnya, menyatakan berhalangan tanpa alasan yang jelas, bantuan dana yang pada awalnya dijanjikan akhirnya tidak terkucurkan sampai berlangsungnya Muktamar, rekomendasi kegiatan yang diharapkan ada dari ICMI pada akhirnya tidak akan pernah ada, ketidak jelasan jawaban siap membuka acara dari orang-orang yang berkompeten di negeri ini semakin melengkapi, tekanan psikis, emosi dan kurangnya istrahat membuat komplitlah seluruh persoalan. Alhamdulillahirabbil ’alamin, tepat tanggal 23 -25 Juli 2006 Muktamar Ke-1 ICMI Muda berlangsung dengan sangat khidmat di atas kesadaran berazaskan kesetaraan, atas Izin Allah Subhanahu Wataala dan dukungan deklarator ICMI Muda dari seluruh Indonesia. Malam itu pun melahirkan tekad bersama untuk terus mengawal ICMI Muda, meski tantangan dan halangan yang dihadai boleh jadi semakin berat. Diskusi pun dilanjutkan dengan curah gagasan langkah-langkah mengawal ICMI Muda ke depan. Berbagai ide cerdas pun mengalir, mulai ide pengembanagn jaringanICMI Muda, pola komunikasi, rancangan kegatan dll. (Bahrul ulum)

 

 
< Sebelumnya