" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Tentang ICMI Muda arrow PERSPEKTIF DAN ORIENTASI GERAKAN
PERSPEKTIF DAN ORIENTASI GERAKAN Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007
MUQADDIMAH

ICMI Muda bertujuan menghimpun dan menggerakkan potensi cendekiawan muslim muda dalam mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang damai, adil dan sejahtera lahir batin, yang diridhai Allah subhanahu wataala, dengan meningkatkan mutu keimanan dan  ketaqwaan, pemahaman, dan pengamalan ajaran Islam, kecendekiaan dan peran serta cendekiawan muslim muda se-Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, antara lain melalui empat ruang lingkup gerakan ICMI Muda, yaitu gerakan dakwah sosial, gerakan pemikiran dan kebudayaan, gerakan kaderisasi, dan gerakan pemberdayaan masyarakat, ICMI Muda perlu menyusun program kerja organisasi, meliputi rencana kerja, pola manajemen, mekanisme, dan langkah-langkah operasionalisasinya, serta pengelolaan sumber daya.

ICMI Muda adalah wadah pergerakan yang menghimpun potensi cendekiawan muslim muda untuk didekasikan pada umat, pada bangsa, serta dunia pada umumnya. Sebagai sebuah gerakan, ICMI Muda adalah bagian dari ummat yang berperan serta dalam membangun kebersamaan dalam tubuh ummat dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dalam kerangka mewujudkan nilai-nilai tauhidillah. ICMI Muda berperan dalam memperbesar dan mengencangkan gerak dakwah.  Memperbesar gerak dakwah  berarti ICMI Muda sebagai eksponen ummat tampil melengkapi khazanah eksponen yang sudah ada dan turut menyuarakan aspirasi Islam. Mengembangkan gerak berarti ICMI Muda dalam kebersamaan itu bahu membahu dalam eksponen dakwah lain  bekerja menyuarakan aspirasi Islam.

Selain itu kehadiran ICMI Muda dalam rangka mewujudkan kepemimpinan ummat pada berbagai lini kehidupan. Salah satu yang paling jelas terlihat, keterlibatan umat Islam pada berbagai ruang kehidupan di negeri ini masih sebatas partisipan. Umat turut berpartisipasi, tetapi belum sebagai pengambil inisiatif. Padahal eksplorasi potensi inisiatif berhubungan langsung dengan kepemimpinan. Oleh lemahnya eksplorasi potensi inisiatif itu, masih sulit terwujud kepemimpinan politik umat, kepemimpinan ekonomi umat, kepemimpinan pendidikan umat, juga kepemimpinan kultural umat, di negeri berpenduduk mayoritas muslim ini. Sudah saatnya ditumbuh-kembangkan kesadaran baru tentang pentingnya kepemimpinan umat di negeri tercinta ini, di seluruh lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

PERSPEKTIF GERAKAN ICMI Muda

Islam sebagai sebuah ideologi telah memberikan energi besar bagi perubahan, karena salah satu kepentingan terbesar Islam sebagai sebuah ideologi atau mabda’ adalah bagaimana merubah masyarakat sesuai dengan visi dan cita-citanya mengenai transformasi sosial. Sebagai sebuah ideologi, Islam menderivasikan pemikiran-pemikiran sosialnya dari dalil-dalil syara’ untuk transformasi sosial menuju tatanan masyarakat Islami. Karakter Islam yang syumul, mewarnai seluruh aspek kehidupan dan mengatur seluruh bagian manusia. Islam tidak hanya sekedar mewarnai pola pikir, namun dia juga mempengaruhi emosi, perasaan, pemikiran dan juga fisik. Realitas sosial dalam kaca mata Islam bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk diubah dan dikendalikan. Dan ini berakar pada misi ideologisnya, yakni cita-cita untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar pada masyarakat dalam kerangka mewujudkan nilai-nilai tauhidillah.

Sebagai bagian dari gerakan Islam, ICMI Muda dituntut mampu merespon berbagai persoalan dan problem riil rakyat Indonesia maupun problem keummatan dalam skala lokal, regional maupun global. ICMI Muda dituntut pula mampu melakukan analisa sosial yang kritis serta keberpihakan pada kelompok mustadhafien (orang-orang tertindas) disamping melakukan kerja-kerja advokasi dan pembelaan terhadap masyarakat. Sebagai sebuah gerakan, setidaknya ICMI Muda memainkan fungsi sebagai berikut :

1.     ICMI MUDA sebagai Media Pembinaan Umat (Fungsi Edukasi)

Salah satu tanggungjawab generasi baru umat yang diemban ICMI Muda adalah: mencendekiakan umat dan mengumatkan kecendekiaan. Hal ini merupakan peran utama, dan ICMI MUDA memiliki kedudukan strategis mengingat jangkauannya untuk melakukan aktivitas pembinaan dan penyadaran kepada masyarakat.

2.     ICMI MUDA sebagai Artikulator

ICMI MUDA dapat berperan sebagai penyambung aspirasi umat, baik dalam hal menyerukan yang ma’ruf atau mencegah yang mungkar. ICMI Muda akan mengambil peran sebagai pengambil inisiatif, bukan sekedar latah atau menjadi pengikut apresiasi yang muncul di masyarakat  tanpa telaah jernih dan mendalam. Oleh karena itu, adalah sangat penting jika ICMI MUDA berperan sebagai artikulator yang pada gilirannya akan mendorong  peran serta umat lebih besar.

3.     ICMI MUDA sebagai Mediator

ICMI MUDA dapat berperan sebagai mediator umat agar aspirasi dari umat dapat  tersampaikan kepada pihak-pihak yang memiliki wewenang dalam mengambil suatu keputusan. Terkadang aspirasi umat macet disebabkan tidak sampainya aspirasi kepada pihak yang berkompeten, maka di sinilah peran mediator dari ICMI MUDA menjadi sangat penting untuk mengupayakan dan menguatkan akses bagi masyarakat.

4.     ICMI MUDA sebagai fasilitator

ICMI MUDA dapat berperan sebagai fasilitator dalam berbagai kegiatan demi tercapainya aspirasi umat, baik dalam kegiatan artikulasi, mediasi, maupun yang lainnya. Gerakan ICMI Muda bukan sekedar gerakan kultural keagamaan akan tetapi menjadi gerakan sosial yang lebih luas lagi. Artinya ICMI Muda turut serta memikirkan persoalan kehidupan lain, seperti kondisi ketimpangan sosial di masyarakat, kemiskinan, lingkungan hidup, dan hak asasi manusia melalui advokasi pada berbagai sektor kehidupan.

ORIENTASI GERAKAN ICMI Muda

1.     Gerakan Dakwah Sosial

Dakwah Islam adalah suatu aktifitas yang berupaya secara kontinyu mengajak  manusia kepada jalan Allah, dan dakwah selalu berupaya merubah pemikiran, perasaan dan tingkah laku  manusia dari yang tidak Islami menuju Islami sehingga terbentuk tatanan masyarakat Islam. Dalam konteks dakwah sosial, dakwah tidak hanya untuk mengukuhkan aspek religiusitas masyarakat, melainkan juga mengukuhkan basis sosial masyarakat untuk mewujudkan transformasi sosial. Dengan demikian pengemban dakwah  dharapkan melakukan aktifitas seruan kepada Islam sekaligus melakukan pendampingan masyarakat. Tidak hanya mengandalkan dakwah verbal (bil lisan) tetapi juga menginternalisasikan pesan-pesan keagamaan ke dalam kehidupan riil masyarakat dengan cara melakukan pendampingan masyarakat secara langsung (bil hal).

Umat Islam di Indonesia dari segi kuantitas sangat membanggakan tetapi dari potensi kualitas dalam berbagai aspek masih memperlihatkan hal-hal yang memprihatinkan. Masalah ini harus menjadi perhatian Islam, terutama ICMI muda untuk memberikan solusi terhadap apa yang dihadapi umat saat ini. Mengantisipasi hal ini, ICMI muda di setiap kepengurusan pusat, wilayah, dan kota/kabupaten perlu membuat strategi dakwah yang membangkitkan semangat penghayatan dan peningkatan  kualitas keimanan dan ketakwaan, serta mengembangkan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat secara langsung.

2.     Gerakan Pemikiran dan Kebudayaan

Cendekiawan muslim muda dituntut pandai-pandai membaca realitas sosial sehari-hari, menangkap dan memahaminya secara cerdas dan bertanggung jawab, mencari solusi atas berbagai problematika ummat dengan menjadikan Islam sebagai poros rujukan. Ummat Islam harus memiliki kembali pemikiran Islam yang utuh dan menyeluruh serta jelas tentang gambaran kehidupan Islam di masa depan serta memahami fakta-fakta yang sedang terjadi sekarang sehingga menemukan strategi dan taktik implementasi konsepsi mereka dalam realitas kehidupan.

Penguasaan khazanah pemikiran Islam dan kebiasaan berfikir menghubungkan pemikiran tersebut dalam realitas kehidupan akan membentuk kepakaran dan keahlian (experties) ummat dalam mewujudkan visi dan misi kehidupan mereka. Sebab, tradisi menghubungkan informasi maupun konsep pemikiran dengan realitas akan membentuk metode berfikir yang produktif dalam diri ummat ini dan mereka akan menjadi ummat yang bertradisi berfikir, ummah mufakkirah. Ummat yang mampu bangkit meniti jalur kehidupan yang luhur.

Sementara itu, dalam konteks globalisasi dewasa ini, keterbukaan arus informasi dan komunikasi dapat semakin  memperkaya kebudayaan-kebudayaan lokal dengan wacana, paradigma, nilai-nilai, norma-norma,  perilaku dan teknologi asal dari berbagai negara di dunia. Karena itu, diperlukan kajian mendalam tentang pengembangan hakekat hubungan atas dasar dialektika di antara komuniti-komuniti yang beragam, dan di antara komuniti setempat dengan berbagai kelompok/pihak-pihak yang berkepentingan, penyelenggara pemerintahan, serta masyarakat dan kebudayaan manca negara dalam era globalisasi, terutama dalam proses  mewujudkan suatu masyarakat dan bangsa Indonesia yang tangguh, memiliki jati diri yang kuat,  tetapi yang dapat tetap menjaga kehidupan sebagai suatu bangsa yang majemuk, dan yang terus  berkembang secara dinamis. Disinilah peran strategis ICMI Muda untuk dapat tampil sebagai center of excellent dalam hal gerakan pemikiran dan kebudayaan.

3.     Gerakan kaderisasi

Kader dari akar katanya berasal dari kata latyn quadrum yang berarti bidang atau bingkai, atau dari kata Italia quadro. Sedangkan arti secara umum dari kader adalah ”Kelompok inti yang khusus terdri dari personil terlatih, serta mampu mengontrol dan melatih personil-personil  lainnya”.

Dengan demikian, untuk menjadi kader dalam arti dan fungsi sesungguhnya, prosesnya jelas tidak terbatas melalui kursus, training, diklat atau penataran teoritis dalam ruang kelas, dibatasi sekat-sekat tembok. Lebih penting adalah pengalaman  sosio-politis dalam lingkungan masyarakat yang berbatas langit, apalagi kepemimpinan yang mensyaratkan adanya pengakuan secara intern maupun ekstern.

Dalam konteks organisasi, harus disiapkan pola kaderisasi yang baik berupa kelengkapan program pembinaan, pemeliharaan dan pengembangan kesempatan yang adil secara bebas dan terbuka. Kaderisasi berarti melatih atau mendidik kader dengan penekanan pada integritas karakter, kapasitas intelektual, sikap demokratis, mental mandiri, inovatif, kritis dan sportif dalam bergaul dan berjuang. Kaderisasi yang baik hanya dimungkinkan dalam iklim sistem yang terbuka, menjamin muculnya pemimpin-pemimpin baru  dalam kemajemukan yang serasi. Kebalikannya adalah resimentasi pengikut, yang berarti mobilisasi indoktrinasi bagi sebanyak mungkin orang untuk keperluan pengendalian dan penguasaan sementara dan seketika. Kaderisasi adalah membentuk jenis pemimpin-pelopor, sedangkan resimentasi pengikut membikin manusia pengikut-pengekor.

4.     Gerakan Pemberdayaan Masyarakat

Kemunculan berbagai gerakan Islam pasca orde baru memberikan harapan sekaligus tantangan dalam meretas jalan perubahan. Semenara itu, gerakan-gerakan Islam tersebut belum tampil secara maksimal melakukan kerja-kerja  advokasi dan pembelaan terhadap masyarakat yang mengalami pemiskinan, bahkan malah seringkali berada dalam kontestasi yang keras di antara sesama gerakan Islam.

Sebagai bagian dari gerakan Islam, ICMI Muda semestinya tampil pula menjadi gerakan sosial yang kritis terhadap cengkeraman modal dan kuasa pasar yang diperankan ideologi kapitalisme saat ini. Selain itu, gerakan Islam harus pula merespon berbagai persoalan dan problem riil rakyat Indonesia. Gerakan pemberdayaan masyarakat bertujaun untuk menyelenggarakan kegiatan social dan ekonomi dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat kecil dan kaum lemah guna mewujudkan keadilan social  ekonomi bangsa Indonesia.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >