" />
Skip to content

ICMI Muda

Loading...

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269.

Anda berada disini:    Depan arrow Organisasi arrow Aktifitas arrow ICMI Muda Harus Jadi Kader Terbaik Bangsa
ICMI Muda Harus Jadi Kader Terbaik Bangsa Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 30 Juni 2007

Medan Bisnis – Medan
Deputi Bidang Kepemudaan Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof Dr Johar Arifin Husen, meminta agar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda terus meningkatkan kemampuan intelektualnya sehingga bisa lebih unggul dari organisasi-organisasi kepemudaan kebanyakan.

“ICMI Muda merupakan organisasi tempat berkumpulnya para intelektual muda. Jadi harus berbeda dengan organisasi pemuda lainnya. Karenanya, kemampuan SDM anggota di organisasi ini harus terus ditingkatkan sehingga mereka-mereka yang tergabung di sini bisa menjadi kader terbaik bangsa,” kata Johar Arifin saat berbicara pada acara Seminar dan Muswil ke-I ICMI Muda Sumut, Sabtu (23/12), di Sumatera Village Medan.
Menurut Johar Arifin yang juga anggota Dewan Pakar ICMI Muda Pusat, sekitar lima atau 15 tahun ke depan anggota-anggota ICMI Muda sangat berpotensi untuk memainkan peran-peran penting di berbagai sektor kehidupan di negara ini.

 

“Para anggota ICMI Muda yang saat ini usianya antara 20-40 tahun, pada beberapa tahun ke depan harus bisa merebut peran-peran penting, apakah itu di bidang pemerintahan, pendidikan, sosial maupun ekonomi,” katanya.
Sebagai organisasi kaum intelektual muda muslim, kata Johar Arifin, ICMI Muda juga harus bisa memainkan peranya di tingkat global. “ICMI Muda harus menjalin kerja sama dengan organisasi-organisasi Islam di tingkat dunia untuk bersama-sama menunjukkan pada dunia bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang penuh kedamaian dan keadilan. Ini perlu terus dilakukan untuk mengikis stigma sejumlah pihak selama ini yang kerap mencap Islam identik dengan teror dan kekerasan,” katanya.

Selain itu, Johar juga mengharapkan agar para kader ICMI Muda terus mempelajari dan meningkatkan kemampuannya dalam ilmu dan teknologi (IT). “Ini sangat penting untuk menghadapi era globalisasi dan agar dunia Islam tidak terus tertinggal dengan dunia barat yang telah cukup maju dalam penguasaan IT,” katanya.

Sementara itu, Prof Dr Nur Ahmad Fadhil Lubis, yang juga tampil sebagai motivator pada acara itu mengatakan, dalam sejarah dunia, berbagai perubahan yang telah terjadi jika diteliti sebenarnya awalnya hanya dilakukan oleh sekelompok kecil orang, bahkan hanya oleh individu-individu. Kelompok kecil atau individu itu dengan kemampuan dan pemahaman yang dimilikinya berani melawan arus kebanyakan orang yang ada di masanya masing-masing, untuk mengajarkan atau menyampaikan pengetahuan dan kemampuan yang ia miliki.

Fadhil mencontohkan bagaimana ajaran Budhisme, Konghucu, dan agama-agama samawi (langit) berkembang, kesemuanya disampaikan oleh individu-individu. Pada saat ajaran-ajaran itu disampaikan, pemahaman masyarakat kebanyakan sangat bertentangan dengan pemahaman para pembawa ajaran-ajaran itu. Namun, berkat keyakinan yang kuat yang disertai dengan keuletan, kegigihan dan semangat pantang menyerah, akhirnya perubahan-perubahan bisa dilakukan.
“Nah, hendaknya ICMI Muda juga memiliki pemahaman yang tidak seperti pemahaman organisasi kepemudaan dan masyarakat kebanyakan. ICMI Muda haruslah menjadi kelompok kecil yang memiliki kemampuan dan pemahaman yang kuat untuk bisa membawa Indonesia dan umat Islam keluar dari ketertinggalannya dibanding negara-negara dan umat-umat lain di dunia,” katanya.
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >